RAMADAN: MENUMBUHKAN EMPATI, MENGUATKAN KEPEDULIAN

Jan 15, 2026 - 08:56
 0  16
RAMADAN: MENUMBUHKAN EMPATI, MENGUATKAN KEPEDULIAN

Bulan Ramadhan bukan sekedar waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum pendidikan jiwa. Di bulan inilah empati diasah, kepedulian diperkuat, dan semangat berbagi tumbuh di tengah umat. Ajaran Rasulullah ﷺ tentang keutamaan sedekah di bulan Ramadhan menjadi landasan spiritual yang mendorong umat Islam untuk lebih peka terhadap kebutuhan sesama.

Di tengah realitas sosial yang masih diwarnai kesenjangan, zakat dan sedekah berperan sebagai instrumen penting dalam menguatkan solidaritas sosial. Peran Lembaga Amil Zakat pun semakin relevan sebagai penghubung antara muzakki dan mustahik, sekaligus sarana pembelajaran bagi umat terutama generasi muda untuk berkhidmat dan mengabdi.

Untuk menggali lebih dalam makna Ramadhan sebagai momentum empati dan berbagi, Majalah Sidogiri PEDULI mewawancarai KH. Luthfi Bashori Alwi, Pengasuh Pesantren Ribath Al-Murtadla Singosari, Malang. Berikut petikan wawancaranya.

Menurut Kyai, apa faktor utama yang membuat Ramadhan menjadi momentum istimewa untuk meningkatkan empati dan semangat berbagi di tengah masyarakat?

Ramadhan menjadi momentum istimewa untuk meningkatkan empati dan semangat berbagi karena adanya motivasi langsung dari Nabi Muhammad ﷺ. Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi, dari Anas r.a., disebutkan:

عَنْ أَنَسٍ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

Artinya, “Wahai Rasulullah ﷺ, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan.”

Hadis ini menjadi dorongan kuat bagi umat Islam untuk memperbanyak sedekah pada bulan suci Ramadhan, karena nilainya paling utama.

Sebagai umat Islam, tentu kita merasa bahagia jika dapat mengamalkan motivasi yang disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini berkaitan dengan prinsip al-ittiba’, yaitu mengikuti Rasulullah ﷺ, baik dengan mendengarkan sabda beliau maupun meneladani perilaku dan amalannya. Dalam konteks ini, karena terdapat hadis qauli yang secara lisan memerintahkan keutamaan sedekah di bulan Ramadhan, maka sudah sepatutnya kita mengamalkan pesan Nabi Muhammad ﷺ dengan memperbanyak sedekah sebagai wujud keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Apa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu sesama di bulan Ramadhan?

Langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh seorang muslim di bulan suci Ramadhan adalah dengan mengamalkan keutamaan sedekah, khususnya berbagi makanan berbuka puasa. Hal ini sebagaimana hadis Nabi Muhammad ﷺ:

مَنْ أَفْطَرَ صَائِمًا فَلَهُ أَجْرُ صَائِمٍ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ

Artinya, “Siapa yang memberi makanan orang yang sedang berpuasa untuk berbuka, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang tersebut.” (HR At-Tirmidzi).

Jadi, ketika di bulan Ramadhan ada orang berbagi buka puasa atau takjil, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa. Misalnya, ada seseorang memiliki tiga buah kurma, lalu satu kurma diberikan kepada A, satu kepada B, dan satu kepada C saat mereka berbuka. Jika masing-masing mendapatkan pahala puasanya, maka orang yang bersedekah itu di samping pahala puasanya sendiri juga memperoleh pahala dari orang-orang yang ia beri makan. Itulah gambaran sederhana bahwa sedekah seperti berbagi takjil di bulan Ramadhan sangat mudah dilakukan, tetapi pahalanya berlipat ganda.

Bagaimana peran Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam membantu masyarakat yang membutuhkan selama bulan Ramadhan serta dalam memperkuat budaya kepedulian di tengah umat?

Terkait dengan Lembaga Amil Zakat atau LAZ, keberadaannya sangat membantu umat Islam dalam menyalurkan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, terutama di bulan Ramadhan. Namun perlu dipahami bahwa fungsi LAZ itu adalah membantu, bukan menggugurkan kewajiban. Sebab kewajiban setiap muslim yang sudah memenuhi syarat adalah menyalurkan zakatnya kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat.

Akan tetapi, ketika seorang muzaki memiliki kendala baik karena keterbatasan waktu, jarak, atau ketidaktahuan siapa saja yang berhak menerima zakat maka diperbolehkan menyerahkan zakat tersebut kepada lembaga amil zakat. Amil yang dimaksud adalah orang atau lembaga yang diangkat atau direkomendasikan secara resmi oleh pemerintah, seperti melalui KUA atau Kementerian Agama, untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat. Karena statusnya resmi, amil ini juga berhak menerima bagian dari zakat.

Hal ini berbeda dengan panitia zakat. Panitia zakat adalah sekelompok orang yang bekerja secara lillāhi ta‘ālā untuk membantu penyaluran zakat, namun tidak diangkat secara resmi oleh pemerintah. Karena itu, panitia zakat tidak berhak mengambil bagian dari zakat. Di sinilah peran LAZ menjadi penting, karena selain membantu penyaluran zakat secara tertib dan tepat sasaran, juga memperkuat budaya kepedulian dan keteraturan dalam berzakat di tengah umat.

Apa pesan Kyai untuk generasi muda agar lebih peduli dan aktif berbagi di bulan Ramadhan?

Saya berharap para pemuda ikut aktif dalam kegiatan kepanitiaan LAZ atau panitia pengumpulan dan penyaluran zakat. Ini penting sebagai latihan agar kelak, ketika sudah dewasa, mereka terbiasa mengurusi kepentingan umat Islam dan senang berkhidmat untuk umat.

Teladan ini telah dicontohkan oleh para sahabat muda Nabi Muhammad ﷺ, seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang sejak usia muda telah menunjukkan keberanian dan pengabdian, juga Sayyidina Usamah bin Zaid yang diangkat Rasulullah ﷺ sebagai panglima perang di usia belia. Demikian pula sahabat-sahabat muda lainnya seperti Zaid bin Haritsah, Abdullah bin Abbas, Mush‘ab bin Umair, dan Abdullah bin Umar, yang aktif berdakwah dan menjaga umat Islam di masa Nabi Muhammad ﷺ.

Jika pemuda masa kini terlibat dalam kegiatan zakat dan pengabdian secara lillāhi ta‘ālā, tanpa mengharap imbalan, maka mereka termasuk pemuda yang meneladani semangat para sahabat muda. Inilah pemuda yang luar biasa dalam pandangan Islam dan diharapkan memberi manfaat bagi umat.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali