BENARKAH PUASA JUGA BAIK UNTUK KESEHATAN MENTAL?
Manfaat puasa bagi kesehatan fisik memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun, ternyata tidak hanya bagi kesehatan fisik, puasa juga disebut-sebut baik untuk kesehatan mental. Benarkah demikian?
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 10 jam. Hal ini membuat energi yang biasanya digunakan tubuh untuk mencerna makanan menjadi tidak terpakai, sehingga energi tersebut bisa digunakan otak untuk meningkatkan fungsinya.
Pada beberapa hari pertama puasa, kamu mungkin belum merasakan manfaat puasa untuk kesehatan mental. Pasalnya, tubuh memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih dulu.
Namun, ketika sudah terbiasa, barulah kamu akan merasakan beberapa manfaat puasa untuk kesehatan mental seperti di bawah ini:
1. Menurunkan kadar stres
Saat puasa, jadwal makan dan minum akan diatur sedemikian rupa. Hal ini dipercaya membuat kadar hormon stres (kortisol) di dalam tubuh lebih terjaga, sehingga stres jadi lebih terkendali dan membantu meningkatkan kemampuan berpikir menjadi lebih jernih.
2. Melatih kontrol diri
Saat puasa, kita perlu menahan hasrat yang berupa keinginan untuk makan dan minum, demi menjalankan kewajiban ibadah dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Apabila tujuan tersebut tercapai, kemungkinan besar akan merasa puas dan mengalami peningkatan rasa percaya diri.
3. Meningkatkan rasa empati
Dengan puasa bisa membuat lebih sadar dan mengerti, bagaimana rasanya menjadi orang yang setiap harinya mungkin mengalami kekurangan makanan dan minuman, sehinga rasa peduli dan keinginan untuk menolong orang lain juga akan meningkat.
4. Menurunkan risiko depresi
Berpuasa dapat memicu produksi protein pada otak yang bernama brain-derived neurotrophic factor (BDNF) yang dapat mengurangi depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, serta gangguan makan.
5. Mengaktifkan proses autofagi
Ketika puasa, tubuh akan melakukan proses pembersihan sel-sel rusak yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit Parkinson dan Alzheimer. Setelah sel-sel rusak dibersihkan, tubuh akan menggantinya dengan sel-sel baru yang lebih sehat. Proses ini disebut dengan autophagy.
Dengan demikian, puasa sangat baik untuk kesehatan mental apabila dijalankan dengan tepat dan disiplin.
~Disarikan dari alodokter.com yang ditinjau oleh dr. Kevin Adrian


