KISAH KEDERMAWANAN ORANG-ORANG SHALEH PADA SAAT BERPUASA
Ada banyak kisah orang-orang shaleh terdahulu yang justru lebih dermawan pada saat berpuasa. Diantaranya, Kala orang shaleh itu ia sedang berpuasa dan sangat ingin menikmati makanan sebuah menu berbuka. Namun, saat tiba waktu berbuka, datanglah seorang pengemis yang meminta-minta seraya berkata, “Siapa yang hendak menghutungi Yang Maha Pemberi, Maha Menepati, dan Maha Kaya?” Akhirnya orang shaleh itu pun menyahut, “ kami, Hamba-Nya yang miskin akan kebaikan.” Lalu ia pun keluar dengan membawa piringnya menuju kepada si peminta. Hingga malam itu, orang shaleh tertidur dalam keadaan lapar.
Hal serupa dilakukan oleh Imam Ahmad bin Hambal. Ketika itu ia tengah menyiapkan dua potong roti untuk berbuka puasa. Datanglah peminta-minta. Akhirnya dua potong roti yang siap nikmati itu diberikan kepada si peminta. Imam Ahmad rela mengalah tidak berbuka puasa dengan dua poting itu.
Imam Hasan al-Bashri juga pernah melakukannya. Ia memberikan makanan kepada para sahabatnya padahal ia sendiri dalam keadaan puasa sunnah. Saat itu Imam Hasan al-Bashri ikut duduk bersama para sahabatnya demi memberikan kenyamanan bagi mereka, sedangkan mereka menikmati hidangan makanan.
Sedangkan Imam Ibnu Mubarak ketika dalam keadaan bepergian, walaupun ia sedang berpuasa, ia tetap memberikan makanannya kepada para sahabatnya.
Ibnu Umar tidak berbuka puasa kecuali dengan para fuqaha. Jika datang peminta-minta, sedangkan ia ada di meja makan bersama keluarganya, maka ia pun membawa bagiannya ke luar untuk diberikan kepada peminta itu, dan keesokan harinya, ia berpuasa karena tidak mempunyai makanan.
~Sumber: Lathaif al-Ma’arif, hal 314, dll.


