AWAL MULA PUASA RAMADHAN
Imam al-Qurthubi meriwayatkan bahwa Nabi Nuh merupakan orang pertama yang berpuasa di bulan Ramadhan setelah turun dari bahteranya pada peristiwa banjir badai yang menimpa kaumnya.
Puasa yang dilakukan Nabi Nuh itu dilakukan sebagai rasa syukur kepada Allah atas keselamatan dirinya dan kaumnya dari banjir dan badai yang menimpa. Syariat Puasa Nabi Nuh ini tidak berlangsung selama satu bulan penuh. Namun menurut Jumhur Ulama Puasa ini bukanlah Puasa Ramadhan sebagaimana pada syariat Nabi Muhammad, yang diperkuat oleh Imam Adh-Dhahhak, bahwa ibadah puasa ini sudah dikenal sejak masa Nabi Nuh.
Kemudian, perintah puasa juga dikenal sejak masa Nabi Ibrahim dan Ismail—yang kemudian menjadi syariat yang lebih sempurna pada masa Rasulullah ﷺ, yakni pada pada tahun ke dua Hijriah atau satu setengah tahun setelah Rasulullah ﷺ hijrah dari Makkah ke Madinah—guna mengenang banyak peristiwa mulia dan anugerah yang diberikan kepada Rasulullah ﷺ pada bulan Ramadhan. Seperti bersemedinya Rasulullah ﷺ di gua Hira, turunnya wahyu kenabian dan al-Quran pada bulan tersebut. Dari awal perintah puasa Ramadhan turun hingga Rasulullah ﷺ wafat, setidaknya Rasulullah ﷺ telah melaksanakan sembilan kali puasa dalam sembilan tahun.
Sebelum puasa Ramadhan, Rasulullah ﷺ dan umatnya telah mengerjakan puasa di setiap bulannya pada tanggal 13, 14, dan 15, dan setiap tanggal 10 bulan Muharram atau biasa juga disebut puasa Asyura. Kemudian, 18 pada bulan Syaban tahun kedua Hijriah, Allah ﷻ menurunkan perintah wajib berpuasa kepada umat Islam dengan turunnya surah Al-Baqarah ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa".
~ Syariah al-Khalidhah, Sayid Muhammad al-Maliki, Misteri Bulan Ramadhan, Yusuf Burhanuddin, dll.


