SUNAN DRAJAT MEMAKMURKAN MASYARAKAT SEBELUM MENDAKWAHKAN AGAMA
Sunan Drajat Atau Sayyid Raden Qosim adalah salah satu dari Wali Songo. Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 Masehi di Gresik. Putra kedua Sunan Ampel dari istri keduanya, Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila. Setelah menguasai ajaran Islam, ia berdakwah di Desa Drajat sebagai tanah perdikan di Kecamatan Paciran. Di sana ia mendirikan pesantren Dalem Duwur yang merupakan pemberian dari Kerajaan Demak.
Sunan Drajat setelah mendapat kewenangan mengatur wilayahnya secara otonom dari Raden Patah, Sultan Demak pada 1520 Masehi, mengantarkan ia pada kesuksesannya dalam mengentas kemiskinan, memakmurkan perekonomian serta menyebarkan ajaran Islam. Dengan jasanya ini, ia sehingga mendapat gelar Sunan Mayang Madu.
Dikenal sebagai wali yang pandai mengelola ekonomi. Sunan Drajat berhasil mengubah pesisir Lamongan Jawa Timur yang gersang menjadi berkembang.
Sejak kedatangan Sunan Drajat, wilayah ini menjadi subur dan makmur. Bahkan, mereka tidak hanya mengandalkan sektor perikanan dalam kehidupannya.
Selain dermawan kepada sesama manusia, Sunan Derajat juga dikenal sebagai penyayang binatang. Tak jarang terlihat memberi makan burung-burung yang sedang kelaparan.
Sunan Drajat dikenal sebagai tokoh wali yang berjiwa sosial tinggi. Hal itu tercermin dari pola dakwahnya yang tergolong unik, yakni menyejahterakan dan memakmurkan masyarakat miskin terlebih dahulu sebelum mengajarkan agama.
Sunan Drajat memotivasi masyarakat agar bekerja keras dan bersikap dermawan kepada sesama. Dengan harapan dapat mengentaskan kemiskinan dan menciptakan kemakmuran bagi segenap warga.
~Disarikan dari berbagai sumber


