KISAH ULAMA YANG SELALU MENJAGA KEHALALAN MAKANAN
Diceritakan ada seorang tokoh ulama besar bernama Abu Yazid al-Busthami. Beliau menjadi tokoh ulama besar dan terkenal karena selalu dijaga makanannya oleh orang tuanya. Ibundanya selalu hati-hati, tidak makan kecuali dari rezeki yang halal semenjak mengandung, menyusui, hingga dewasa.
Hingga suatu ketika masa Abu Yazid awal-awal mencari ilmu, ia sering lupa dengan pelajaran ilmu yang telah diperolehnya kala itu. Ia berpikir, apa kira-kira penyebabnya. Akhirnya, ia memberanikan diri bertanya kepada ibundanya. “Ibu, mungkinkah dulu aku pernah makan makanan yang syubhat. Sejak ibunda melahirkanku atau mungkin waktu menyusuiku?” Lalu kata ibundanya, “Ibu tidak pernah memberimu makanan syubhat nak, apalagi yang haram.”
Abu Yazid berkata, “Tapi kenapa aku kok sering lupa ya bu?” Sang ibunda kembali menegaskan, “Ibu tidak pernah makan makanan yang syubhat atau yang haram Nak. Tapi, ibu pernah satu kali berjalan dan ketika itu ada seorang penjual keju. Saat itu, Ibu sedang ngidam saat mengandung kamu, atau mungkin atau saat menyusui kamu. Waktu itu ibu mencicipi sedikit keju tanpa pengetahuan si penjual keju. Tapi, Ibu kenal dengan penjual keju itu dan pasti ia rela nak.”
Mendengar hal itu, Abu Yazid bergegas menemui penjual keju itu. Setelah bertemu penjual keju itu, Abu Yazid berkata, “Maaf pak, dulu Ibu saya pernah mencicipi keju milik bapak waktu mengandung saya. Nah, sekarang saya meminta kehalalan dari bapak? Atau kira-kira berapa yang harus saya tebus?”
Penjual keju itu berkata, “Wah, andai aku tahu, ibu kamu mengambil lebih dari itu pun tidak apa-apa nak! Saya sudah pasti rela.”
Abu Yazid pun bersyukur atas kerelaan itu. Dan mulai saat itu, Abu Yazid menjadi pelajar yang sangat cerdas, bahkan semua ilmu yang didengarnya, langsung dapat dihafalnya. Semoga kita dapat menjaga makanan yang kita konsumsi. Senantiasa makanan yang halal dan baik untuk kesehatan lahir batin kita.
~ Sumber: ceramah al-Habib Taufiq as-Seqaf, yang dilansir oleh penerbitlayar.com


