KISAH RASULULLAH MEMBANGUN KOTA MADINAH

Des 24, 2025 - 16:00
 0  46
KISAH RASULULLAH MEMBANGUN KOTA MADINAH

Dalam Sirah Nabawiyah karya Syaikh al-Mubarakfuri disebutkan, pasca hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Yasrib (sebelum bernama Madinah) tahun 622 M, beliau segera melakukan perbaikan dan membangun peradaban masyarakat muslim di sana.

Sebelumnya, penduduk  Yasrib telah banyak diislamkan oleh sahabat Mushab bin Umair dan para sahabat lainnya, sehingga kondisi Yasrib telah kondusif menyambut kedatangan Rasululah yang kemudian nama kota tersebut menjadi Madinatun-Nabi.

Langkah awal Rasulullah mendirikan Masjid Nabawi, yang selain sebagai tempat ibadah, juga sebagai pusat pemerintahan dan Pendidikan, serta berbagai kegiatan sosial.

Berikutya, Rasulullah menyusun Piagam Madinah yang mengatur hubungan antara komunitas Muslim, Yahudi, dan non-muslim lainnya.  Selain itu, Rasulullah juga mendirikan pasar guna membangun ekonomi Umat yang sebelumnya berpusat di Bani Qainuqa yang dikuasai pedagang Yahudi dengan praktik riba dan kecurangan. 

Pasar Rasulullah ini disebut Baqi al-Khail (Pasar Baqi) yang berada di pinggir Kota Madinah sehingga memudahkan para pedagang menyuplai barang dari daerah luar. Dengan demikian, pasar tersebut berhasil menyediakan komoditas yang lebih lengkap, sehingga berhasil menyaingi Pasar Qainuqanya Yahudi. 
Di Pasar itu, Rasulullah  menerapkan kebijakan-kebijakan: Pertama, tidak mengizinkan seseorang membuat tempat khusus di pasar. Siapa yang datang duluan, dia yang berhak menempati lokasi itu.

Kedua, membebaskan pedagang dari pajak. Kebijakan ini sangat menguntungkan para pedagang karena laba mereka menjadi utuh. “Ini pasar kalian, jangan disempitkan dan jangan ditarik retribusi,” kata Rasulullah kepada para sahabat. Ketiga, mengekspor barang komoditas. Misalnya kurma karena Madinah merupakan daerah pertanian dan penghasil buah tersebut.

~ Sumber: Sirah Nabawiyah, Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar (2012).

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali