DI BALIK KARUNG DAN LANGKAH LELAH: PERJUANGAN IBU SLAMA DEMI DUA CUCU TERCINTA

Jan 11, 2026 - 14:06
 0  44
DI BALIK KARUNG DAN LANGKAH LELAH: PERJUANGAN IBU SLAMA DEMI DUA CUCU TERCINTA

Di Dusun Tanjung Lor, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, hidup seorang perempuan sederhana bernama Ibu Slama. Setiap hari, beliau menjalani hidup sebagai pemulung, mengumpulkan barang-barang bekas demi mendapatkan penghasilan yang sangat terbatas.

Di balik pekerjaan yang berat itu, tersimpan tanggung jawab besar. Ibu Slama tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga menanggung kebutuhan hidup dua orang cucunya. Kondisi ekonomi keluarga yang belum stabil memaksanya untuk terus bertahan, meski usia dan tenaga tak lagi sekuat dulu.

Hari-hari dijalani dengan penuh kesabaran. Hasil memulung sering kali tidak menentu kadang cukup, seringkali jauh dari cukup. Namun demi masa depan cucu-cucunya, Ibu Slama memilih untuk tetap melangkah, meski pelan dan penuh keterbatasan.

Di tengah kesulitan itulah, LAZ Sidogiri hadir membawa kabar kebaikan. Bantuan yang diberikan menjadi kejutan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Raut bahagia terpancar jelas dari wajahnya.

“Saya sangat bahagia sekali. Tidak menyangka bisa mendapat bantuan dari LAZ Sidogiri,” tutur Ibu Slama dengan suara bergetar. Dengan penuh ketulusan, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada LAZ Sidogiri dan para donatur.

“Terima kasih banyak kepada LAZ Sidogiri dan para donatur yang telah meringankan beban kami. Saya hanya bisa mendoakan semoga para donatur diberikan panjang umur, sehat selalu, dan diberi keberkahan rezekinya. Aamiin,” ucapnya lirih penuh harap.

Bantuan tersebut bukan sekadar meringankan beban ekonomi, tetapi juga menguatkan batin seorang nenek yang berjuang demi cucu-cucunya. Kini, Ibu Slama melangkah dengan hati yang lebih kuat, karena ia tahu masih ada kepedulian yang menyertai perjuangannya.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali