MENEMBUS BATAS HIDUP BARU: WASNI ELSITA RASSI MERAIH BERKAH BERSAMA LAZ SIDOGIRI

Mei 19, 2025 - 11:07
 0  54
MENEMBUS BATAS HIDUP BARU: WASNI ELSITA RASSI MERAIH BERKAH BERSAMA LAZ SIDOGIRI

Wasni Elsita Rassi, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Pasar Baru, Seriti, adalah sosok perempuan tangguh yang sedang menapaki kehidupan baru sebagai seorang mualaf. Keputusannya memeluk Islam dilandasi oleh kesetiaan dan cinta kepada suaminya, yang lebih dahulu memeluk agama Islam. Dengan penuh keyakinan, ia pun ikut serta memeluk agama yang kini ia jalani dengan penuh ketulusan.

Awal perjalanan sebagai mualaf tentu bukan hal yang mudah. Adaptasi terhadap nilai-nilai baru, budaya, dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari menuntut kekuatan hati dan kesabaran. Di tengah berbagai keterbatasan, Wasni tidak menyerah. Justru, ia melihat jalan yang terbuka lebar untuk tumbuh dan berkembang, terutama setelah mendapat dukungan dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri.

Melalui program bantuan ekonomi untuk mualaf, Ibu Wasni mendapatkan tambahan modal usaha yang sangat berarti baginya. “Alhamdulillah, saya dapat tambahan modal dan itu sangat membantu untuk bisa berjualan secara rutin,” ucapnya dengan mata berbinar. Ia kini bisa menjalankan usaha kecil-kecilan secara konsisten. Suatu langkah besar untuk seorang ibu rumah tangga yang ingin ikut menopang ekonomi keluarga.

Lebih dari sekadar bantuan materi, perhatian dari LAZ Sidogiri juga memberinya rasa diterima, dimuliakan, dan tidak berjalan sendiri. Ia merasa ada tangan yang menggandengnya menuju kehidupan yang lebih baik, tidak hanya di dunia, tetapi juga untuk bekal akhirat.

“Mudah-mudahan berkah dan berkembang hingga bisa memenuhi kebutuhan keluarga saya,” harapnya dengan penuh keikhlasan. Ia ingin terus melangkah maju dan menjadikan usahanya sebagai jalan untuk memperkuat keluarganya, baik secara ekonomi maupun spiritual.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali