ZAKAT UNTUK MEMBAYAR KREDIT
Pertanyaan
Assalamualaikum. Pengasuh rubrik Konsultasi ZIS LAZ Sidogiri, saya mau bertanya, jika ada orang memiliki kredit (utang) kepada saya dan saya beri dia zakat dengan syarat dia harus membayar utangnya kepada saya dengan harta zakat yang telah saya berikan tersebut, apakah zakat semacam itu boleh atau sah? Terimakasih.
Penanya
Fahmi, Pasuruan, 08524712xxxx
Jawaban
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saudara Fahmi yang kami hormati. Jika menunaikan zakat disyaratkan seperti dalam deskripsi masalah di atas, maka penyerahan zakatnya tidak sah dan kewajiban zakat juga tidak gugur, serta tidak sah membayar utang dengan zakat tersebut. Lain halnya jika keduanya cuma niat saja, namun tidak mensyaratkannya, maka boleh, sudah mencukupi sebagai penunaian zakat, dan jika zakat itu kemudian dikembalikan, utangnya juga menjadi lunas.
Dalam kitab al-Majmu‘ (6/210-211) dijelaskan: Adapun jika menyerahkan zakat kepadanya dengan syarat dikembalikan lagi sebagai pembayaran utang, maka penyerahan tersebut tidak sah, zakatnya tidak gugur berdasar ittifaq ulama, dan pembayaran utang dengan itu juga tidak sah berdasar ittifaq ulama. Dan jika keduanya berniat hal itu, namun tidak mensyaratkannya, maka boleh berdasar ittifaq ulama, sudah mencukupi sebagai zakat, dan jika dikembalikan kepadanya sebagai pembayaran utang, maka utangnya telah terbebas.
Penjelasan senada juga bisa Anda dapati di dalam kitab al-Mughni (2/653), Hasyiyah ad-Dasuqi (1/494), Hasyiyah Ibni ‘Abidin (2/39), Asnal-Mathalib (1/398), I’anatuth-Thalibin (2/193), dan kitab-kitab fikih mu’tabarah yang lain. Semoga jawaban ini bermanfaat untuk Anda.


