LIMA ETIKA DAN ADAB BERPUASA SESUAI SUNNAH
Selain terpenuhi rukun-rukunnya, puasa juga harus terpenuhi adab-adabnya agar dapat menambah pahala puasa itu sendiri. Al-Imam Sayid Abdullah bin Alawi al-Haddad menjelaskan adab-adab berpuasa dalam “Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah” sebagai berikut:
- Menyegerakan berbuka
Menyegerakan berbuka ketika waktu telah Maghrib merupakan akhlak yang baik dan hukumnya sunnah.
-
Mengakhirkan waktu sahur
Selama tidak ragu akan terbitnya fajar, mengakhirkan sahur hingga menjelang waktu imsak, hukumnya sunah.
-
Menyediakan buka puasa bagi orang-orang yang berpuasa
Walaupun berupa beberapa butir kurma atau seteguk air saja, hal ini berpahala yang berlipat ganda.
-
Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal
Yang dimaksud halal di sini adalah halal secara syar’I, baik dari cara mendapatkannya maupun dari substansi barangnya.
-
Mencukupkan makanan yang sedikit dan tidak menuruti selera makan yang enak dan lezat
Makan minum secukupnya serta tidak menuruti nafsu makan yang enak dan lezat, hal itu lebih sesuai dengan tujuan berpuasa.
~ Al-Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah, Dar Al-Hawi, 1994, hal. 111


