LIMA ETIKA DAN ADAB BERPUASA SESUAI SUNNAH

Jan 15, 2026 - 08:56
Jan 13, 2026 - 10:28
 0  10
LIMA ETIKA DAN ADAB BERPUASA SESUAI SUNNAH

Selain terpenuhi rukun-rukunnya, puasa juga harus terpenuhi adab-adabnya agar dapat menambah pahala puasa itu sendiri. Al-Imam Sayid Abdullah bin Alawi al-Haddad menjelaskan adab-adab berpuasa dalam “Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah” sebagai berikut: 

  1. Menyegerakan berbuka

Menyegerakan berbuka ketika waktu telah Maghrib merupakan akhlak yang baik dan hukumnya sunnah.   

  1. Mengakhirkan waktu sahur

Selama tidak ragu akan terbitnya fajar,  mengakhirkan sahur hingga menjelang waktu  imsak, hukumnya sunah. 

  1. Menyediakan buka puasa bagi orang-orang yang berpuasa

Walaupun berupa beberapa butir kurma atau seteguk air saja, hal ini berpahala yang berlipat ganda. 

  1. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal

Yang dimaksud halal di sini adalah halal secara syar’I, baik dari cara mendapatkannya maupun dari substansi barangnya.   

  1. Mencukupkan makanan yang sedikit dan tidak menuruti selera makan yang enak dan lezat

Makan minum  secukupnya serta tidak menuruti nafsu makan yang enak dan lezat, hal itu lebih sesuai dengan tujuan berpuasa.

~ Al-Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah, Dar Al-Hawi, 1994, hal. 111

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali