KESIBUKAN PARA ULAMA DI BULAN RAMADHAN
Memasuki bulan Ramadhan, para ulama dan orang-orang saleh dahulu berlomba-lomba melakukan ibadah dan kebaikan melebihi di bulan-bulan lainnya.
Salah satu teladan bagi kita adalah Imam asy-Syafi&singlequote;i RA. Muridnya yang bernama al-Muzani mengatakan, “Aku tidak melihat asy-Syafi&singlequote;i membaca al-Quran pada malam hari kecuali saat beliau shalat. Sedangkan pada bulan Ramadhan, beliau mengkhatamkan al-Quran sebanyak 60 kali yang beliau baca saat shalat dan di luar shalat.”
Diceritakan pula oleh Manshur dari Ibrahim; bahwa seorang ulama dari kalangan orang-orang saleh bernama Aswad mengkhatamkan al-Quran setiap dua malam selama bulan Ramadhan. Dia tidur antara Maghrib dan Isyak. Sedangkan di selain bulan Ramadhan, dia mengkhatamkan al-Quran setiap enam malam.
“Sedangkan ulama lainnya bernama Qatadah mengkhatamkan al-Quran tiap tujuh malam. Kemudian jika bulan Ramadhan tiba, dia mengkhatamkan tiap tiga malam. Kemudian, jika sepuluh hari terakhir Ramadhan, dia mengkhatamkan sekali dalam semalam.
Selain sibuk mengkatamkan al-Quran, membaca wirid dan doa-doa, mereka juga sibuk bersedekah seperti yang dilakukan oleh Abdurrahman bin Abi Ni’am, ia menyediakan hidangan buka puasa sebanyak dua kali saat Ramadhan. Jika kami berkata kepadanya, “Bagaimana keadaanmu --yang membuatmu berbuat seperti ini, wahai Abul Hikam?’ maka dia berujar, ‘Jika kita adalah pelaku kebajikan, betapa mulia orang-orang yang bertakwa. Jika kita adalah pendosa, betapa terhinanya orang-orang yang celaka.”
Setiap malam, Hammad bin Abi Sulaiman menyajikan hidangan buka puasa untuk seratus orang selama bulan Ramadhan. Jika malam Idul Fitri telah tiba, dia akan membagikan pakaian kepada mereka satu persatu, serta memberi mereka uang masing-masing seratus dirham.
~ Sumber: Hilyatul Auliya’ dan al-Karamu wal Juwdu wa Sakha’un Nufus


