JENAZAH UTUH KARENA RAJIN BERPUASA
Namanya adalah Zaid bin Sahl bin al-Aswad bin Haram bin Amr bin Zaid Manah bin Amr bin Malik bin Adi bin Amr bin Malik bin an-Najjar al-Anshari al-Khazraji. Kunyahnya Abu Thalhah. Lahir di Madinah, 36 tahun sebelum hijrah. Dia adalah sepupu Nabi dari pihak ibu. Dia mendapat pujian Nabi karena suaranya yang sangat lantang: "Sungguh, suara Abu Thalhah dalam pasukan perang lebih baik daripada kekuatan seribu orang.” Abu Thalhah mengikuti Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandak, dan semua perang bersama Nabi.
Keistimewaan Abu Thalhah, yaitu selalu berpuasa dan berjihad. Ia pun wafat saat menjalani ibadah puasa dan dalam kondisi tengah berjihad di jalan Allah. Diriwayatkan bahwa Abu Thalhah masih hidup selama 30 tahun selepas Rasulullah meninggal dunia. Ia terus berpuasa kecuali pada hari-hari yang diharamkan. Dalam buku Kisah Agung Sahabat Sahabat Mulia Nabi, Dr Abdurrahman Ra'fat al-Basya menulis bahwa Abu Thalhah terus hidup sehingga menjadi lelaki uzur. Namun ketuaannya tidak menjadikan lalai untuk berjihad di jalan Allah.
Salah satunya ialah ketika pasukan muslimin berniat untuk berperang di lautan pada masa Khalifah Usman bin Affan. Abu Thalhah bersiap-siap untuk berangkat bersama pasukan muslim. Namun anak-anaknya berkata, "Semoga Allah merahmatimu wahai ayah kami. Kau sekarang sudah tua sekali. Kau sudah berjuang bersama Rasulullah, Abu Bakar, Umar, kenapa kau sekarang tidak istirahat saja dan biarkan kami yang berjihad."
Abu Thalhah pun menjawab, "Allah SWT berfirman berangkatlah dalam keadaan ringan maupun berat (QS: At-taubah 41). Allah sudah menyuruh kita semua untuk berangkat baik tua ataupun muda dan Dia tidak pernah memberikan batasan umur.
Tatkala Abu Thalhah yang tua renta itu berada di atas kapal di tengah lautan bersama pasukan muslimin, dia jatuh sakit hingga wafat. Maka pasukan muslim mencoba mencari sebuah pulau untuk menguburkan jasadnya. Akan tetapi mereka tidak menemukan satu pulau pun hingga 7 hari. Namun demikian, jenazah Abu Thalhah tidak berubah selama waktu itu. Tidak ada bau menyengat atas jenazahnya. Ia seperti tidur biasa.
Tahun wafat Abu Thalhah diperselisihkan para ulama. Menurut Al-Waqidi, Abu Thalhah wafat di Madinah, 34 H (654 M), dan Utsman bin Affan menjadi imam dalam salat jenazahnya. Menurut Abu Zur'ah ad-Dimasyqi, Abu Thalhah hidup selama empat puluh tahun setelah Nabi wafat.
~ Disarikan dari Kisah Agung Sahabat Sahabat Mulia Nabi, Dr Abdurrahman Ra'fat al-Basya


