UJIAN MASA KECIL IMAM BUKHARI: AHLI HADIS YANG YATIM DAN MENGALAMI KEBUTAAN
Bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah al-Ju'fi al-Bukhari.
Lahir di Bukhara, Uzbekistan, 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M) dan wafat di Khartank, 1 Syawal 256 H (1 September 870 M) merupakan adalah ahli hadis terbaik dan termasyhur di antara para ahli hadis lainnya.
Saat masih kecil mengalami cobaan berat kehilangan sang ayah serta mengalami kebutaan. Dalam satu riwayat, ibunya bermimpi bahwa nabi Ibrahim a.s. mendatanginya seraya berkata "Janganlah kau bersedih, sesungguhnya anakmu akan dapat melihat kembali dikarenakan doamu terhadap anakmu". Dan keesokan harinya, Al-Bukhari pun dapat melihat kembali.
Al Bukhari yang memiliki daya ingat yang tinggi sempat berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadis di Bukhara. Pada usia 16 tahun mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah dan mengikuti kajian para ahli hadits. Usia 18 tahun menyelesaikan kitab pertama Kazaya Shahabah wa Tabi'in, serta hafal kitab-kitab hadis karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq, menghimpun hadis-hadis sahih dalam satu kitab setelah menyaring dari satu juta hadis yang diriwayatkan 80.000 perawi sumber menjadi 7.275 hadis.
Dalam perjalanan mengumpulkan hadis shahih, al Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun dengan mengunjungi berbagai kota menemui para perawi hadis, mengumpulkan dan menyeleksi hadisnya. Di antara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad dan Asia Barat.
Yang Istimewa, al Bukhari bertemu dengan seorang ulama besar, Imam Ahmad bin Hanbal, dan 80.000 perawi lainnya, hingga mengumpulkan satu juta hadis.
Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, setelah prorses seleksinya, al Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami'al-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
~ Sumber: Ibn Rāhwayh, Isḥāq (1990), Musnad Isḥāq ibn Rāhwayh, Maktabat al-Īmān, 150–165, dll.


