KISAH-KISAH ULAMA SALAF DALAM MENJALANI HIDUP WARA’

Jun 12, 2025 - 15:32
 0  843
KISAH-KISAH ULAMA SALAF DALAM MENJALANI HIDUP WARA’

وقد كان للسلف الصالح رحمهم الله تعالى العناية التامة البالغة بالورع. ولهم فيه النظر الدقيق. وحكايتهم مشهورة وسيرهم فيه معروفة ومذكورة   

Al-Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad berkata, “Sungguh para ulama salaf salih terdahulu –semoga Allah merahmati mereka– mempunyai perhatian yang sempurna mengenai sikap wara’. Mereka menaruh perhatian yang dalam mengenai hal ini. Kisah-kisah mereka yang wara’ telah masyhur dan banyak diceritakan.”                                                                

***

Al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menceritakan kisah-kisah para ulama salaf dari masa tabi’in dan tabi’it-tabi’in, diantaranya; Imam Ibnu Sirin. 

Imam Ibnu Sirin, seorang ulama tabi’in di Basrah yang sangat dihormati bahkan oleh para penguasa saat itu. Suatu ketika, ‘Umar bin Hubairah al-Fazary,  seorang tokoh besar Bani Umayyah dan penguasa kawasan Iraq memberinya hadiah 3.000 dinar. Namun, Ibnu Sirin menolaknya.

Beliau lebih memilih berdagang untuk mendapatkan rezeki yang halal. Sayangnya, peristiwa buruk membuatnya dipenjara.

Suatu hari beliau membeli minyak secara kredit senilai 40.000 dinar. Tatkala dia membuka salah satu tutup minyak yang terbuat dari kulit itu, beliau mendapati seekor tikus yang mati membusuk.

“Sesungguhnya semua minyak ini berasal dari satu tempat penyaringan. Najis yang ada bukan hanya ada di dalam satu wadah ini saja. Jika, aku kembalikan kepada si penjual karena alasan ada aibnya, barangkali saja dia akan menjualnya lagi kepada orang lain,” sehingga beliau menumpahkan semuanya. Saat beliau mengalami kerugian besar sehingga dililit hutang, pemilik minyak itu menagih uangnya dan mengadukan Ibnu Sirin ke penguasa yang membuatnya dipenjara karena tidak bisa melunasi.

Saat di penjara, seorang penjaga merasa kasihan dan memberinya kesempatan untuk keluar penjara. 

“Wahai Syaikh, jika malam tiba pulanglah engkau ke rumahmu dan bermalamlah di sana. Jika pagi menjelang, kembalilah ke sini. Lakukanlah begitu hingga engkau dibebaskan.”

Ibnu Sirin menjawab tegas, “Tidak!, Aku tidak  mau. Jika kulakukan itu, berarti aku membantumu untuk melakukan pengkhianatan.”

Ketika Sahabat Anas bin Malik ra. dekat ajalnya, beliau berwasiat agar yang memandikan dan mengimami shalat atasnya adalah Muhammad bin Sirin yang saat itu di penjara. Tatkala Anas wafat,  Penguasa memberinya izin. Tapi apa kata Ibnu Sirin, “Aku tidak akan keluar hingga kalian meminta izin juga kepada si tukang minyak sebab aku dipenjara karena ada haknya dia tidak bisa aku bayar.” 

Selesai mengikuti prosesi takziyah Sahabat Rasulullah itu, beliau kembali ke penjara dan tidak pulang menjenguk keluarganya sendiri. Semua itu beliau lakukan karena sikap wara’ dan kehati-hatian dalam menjalani hidup.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali