KEUTAMAAN ORANG TUA YANG MEMPUNYAI ANAK PEREMPUAN

Apr 24, 2024 - 10:36
 0  340
KEUTAMAAN ORANG TUA YANG MEMPUNYAI ANAK PEREMPUAN

عن جَابِرٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كُنَّ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيهِنَّ وَيَرْحَمُهُنَّ وَيَكْفُلُهُنَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنْ كَانَتْ اثْنَتَيْنِ قَالَ وَإِنْ كَانَتْ اثْنَتَيْنِ قَالَ فَرَأَى بَعْضُ الْقَوْمِ أَنْ لَوْ قَالُوا لَهُ وَاحِدَةً لَقَالَ وَاحِدَةً

 

Jabir Ibnu Abdullah berkata; Rasulullah shallallahu &singlequote;alaihi wasallam bersabda: &doublequote;Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, memberinya tempat tinggal, menyayanginya dan menanggungnya, maka dia pasti mendapatkan surga&doublequote;. Jabir berkata; ada yang bertanya. Wahai Rasulullah, jika hanya dua? (Rasulullah shallallahu &singlequote;alaihi wasallam) menjawab, &doublequote;Ya Walau hanya dua&doublequote;. Jabir berkata; maka sebagian sahabat berpendapat: andai ada yang bertanya dengan hanya satu anak perempuan, tentu Baginda  akan menjawabnya iya.”

 

An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii

 

Islam tidak membeda-bedakan jenis anak, bahkan Islam memberikan tanggung jawab yang besar bagi siapa saja yang mendapatkan amanah dalam mengasuh anak-anak perempuan. 

 

Rasulullah saw menyampaikan betapa besarnya pahala mereka yang mengasuh anak-anak perempuan. Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ra, ia bercerita, suatu hari seorang perempuan dewasa dan dua anak perempuan menemuinya. Mereka mengemis. Aku tidak memiliki apapun selain sebiji kurma. Kuberikan kepadanya. Ia membagi kurma itu kepada dua anak perempuannya. Ia sendiri tidak ikut memakan. Ia kemudian bangkit lalu keluar. Rasulullah saw masuk menemui kami. Kukabarkan peristiwa barusan. Beliau bersabda, ‘Siapa saja yang diuji dalam pengasuhan anak-anak perempuan, lalu ia perlakukan mereka dengan baik, niscaya mereka akan menjadi perisainya dari api neraka” (HR. Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi). 

 

Pada riwayat yang lain, Rasulullah saw menyebut hak surga dan pembebasan dari neraka bagi mereka yang berjuang mengasuh, mendidik akhlak yang baik, dan membesarkan anak-anak perempuan. Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ra, ia bercerita dengan peristiwa yang sama. Rasulullah saw kemudian bersabda, “Sungguh Allah mewajibkan bagi perempuan dewasa itu surga dan Allah membebaskannya dari neraka sebab pengasuhan anak-anak perempuan.” (HR. Muslim). 

 

Selain hak surga, Rasulullah saw menjamin kedekatannya di surga dengan orang-orang yang bersusah payah mengasuh dan mendidik anak-anak perempuan. Kedekatan Rasulullah saw dan para pengasuh anak-anak perempuan diilustrasikan seperti dua jari. Diriwayatkan dari sahabat Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mengasuh dua anak perempuan hingga keduanya berusia balig, niscaya aku dan dia akan datang pada hari Kiamat seperti ini” (Rasulullah menempelkan dua jarinya). (HR. Muslim dan at-Tirmidzi). 

 

Menurut penjelasan para ulama, anak perempuan yang dimaksud dalam hadits ini dapat berarti anak kandungnya sendiri, saudara perempuan, keponakan perempuan, cucu perempuan, atau kerabat perempuan lainnya.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow