PENTINGNYA MELAWAN NAFSU DIRI SENDIRI

Des 16, 2024 - 13:07
Des 17, 2024 - 17:04
 0  2014
PENTINGNYA MELAWAN NAFSU DIRI SENDIRI

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “ المجاهد من جاهد هواه، والمهاجر من هجر ما نهاه الله عنه

وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “رَجَعْتُمْ مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَى الجِهَادِ الأَكْبَرِ فَقِيْلَ وَمَا جِهَادُ الأَكْبَر يَا رَسُوْلَ الله؟ فَقَالَ جِهَادُ النَّفْسِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mujahid yang sebenarnya adalah orang yang berjuang melawan hawa nafsunya, sedangkan orang yang hijrah yang sebenarnya adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT.“ Rasulullah juga bersabda, “Kalian telah pulang dari pertempuran kecil menuju pertempuran besar.” Lantas sahabat bertanya, “Apakah pertempuran yang lebih besar itu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Jihad (memerangi) hawa nafsu.”

                                                                          ***

Setelah kita melalui bulan Ramadhan, lalu saling memaafkan di bulan Syawal, tentulah kita seharusnya telah kembali ke fitrah sebagaimana kita dilahirkan kita tanpa dosa dan noda. Namun harapan itu tentu sulit diraih mengingat tidak mudah melawan hawa nafsu. Oleh karena itu, al-Imam al-Habib Abdullah al-Haddad di sela-sela menerangkan amar ma’ruf nahi munkar, juga mengingatkan pentingnya memperhatikan jihad melawan hawa nafsu sendiri. Rasulullah SAW. bersabda: "Musuhmu yang paling besar adalah nafsumu sendiri yang berada di antara dua lambungmu."  

Menurut imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitab Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari, arti jihad di sini adalah menahan nafsu dari keinginannya melakukan kesibukan selain ibadah. Sedangkan menurut Imam Shan’ani dalam al-Tanwir Syarh al-Jami’ al-Shaghir, “Hakikat seorang mujahid adalah orang yang berjuang melawan nafsunya agar senantiasa menjalankan segala ketaatan dan meninggalkan kemungkaran. Secara umum, seluruh ketaatan tidak akan sempurna tanpa jihad melawan nafsu. 

Menjinakkan nafsu tentu bukanlah perkara mudah, sehingga Rasulullah SAW. mengistilahkannya dengan nama ‘Jihadul-Akbar.” Seperti sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Jabir RA. yang berkata, "Datang kepada Rasulullah SAW. orang yang baru selesai berperang. Lalu Rasulullah SAW. berkata: "Kalian menuju ke tujuan yang terbaik. Kalian menuju dari jihad yang lebih kecil menuju jihad yang lebih besar.” "Mereka bertanya: "Apa itu jihad yang lebih besar?" Nabi menjawab: "Perjuangan seorang hamba melawan hawa nafsunya." [HR. Baihaqi].

Beberapa hadis tersebut menunjukkan bahwa selain setan, musuh paling bahaya bagi kita sebenarnya adalah nafsu kita sendiri yang oleh Imam Abdullah al-Haddad dianggap lebih berbahaya daripada 70 setan. Setelah kita menyadari semua itu, kita pastinya harus bisa memaksimalkan sebaik mungkin cara melawan berbagai godaan nafsu yang terus menghadang kita di depan. 

 

~ Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii.

 

*MM

 

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow