SAYID ABDUL MUTHALIB, KAKEK NABI YANG JUGA TERLAHIR YATIM
Bernama asal Syaibah bin Hāsyim bin Abdu Manaf, lahir 497 – 579) yang kemudian lebih dikenal dengan nama Abdul Muthalib, yang menjadi pemimpin keempat suku Quraisy.
Ibunya bernama Salma binti Amr dari Bani Najjar, klan suku Khazraj di Yatsrib (Madinah). Ayahnya, Sayidina Hasyim bin Abdu Manaf meninggal saat berbisnis di Syam (Suriah), sebelum Abdul Muthalib lahir—yang berarti Sayid Abdul Muthallib ini lahir dalam keadaan yatim tanpa sang ayah.
Ia dinamai Syaibah yang berarti yang berambut putih karena garis putih di antara rambut hitam legamnya. Karena sifatnya yang terpuji, ia juga disebut Syaibah al-Ḥamd.
Tanpa Sang ayah, ia dibesarkan di Yatsrib bersama ibu dan keluarganya sampai sekitar usia delapan tahun, pamannya Muthalib bin Abdu Manaf pergi menemuinya dan meminta dari ibunya untuk membawanya ke Mekkah dalam perawatannya. Ibunda Salmah pun lalu menyetujuinya. Saat pertama kali tiba di Mekkah, orang-orang menganggap anak tak dikenal itu adalah pelayan (budak) Muthalib, dan mulai memanggilnya Abdul Muthalib ("pelayan Muthalib") karena penampilannya yang terkesan sebagai budak Muthallib sang paman.
Ketika sang paman, Muṭṭalib meninggal, Shaiba menggantikannya sebagai kepala klan Hāshim dan meneruskan tugas tugas nenek moyangnya bersama kaumnya, hingga mencapai keagungan yang tidak dimiliki oleh nenek moyangnya.
ia juga dikenal sebagai penemu dan pemilik sumur Zamzam. Nama besarnya semakin dikenal sejak keberaniannya menghadapi dan berdiskusi dengan raja Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah. Rakyatnya semakin mencintainya dan reputasinya sangat baik dan mulia.
~ Sumber: Kitab al-Tabaqat al-Kabir. Translated by Haq, S. M. (1967), I Parts I & II. Delhi, dll.


