MENJUNJUNG TINGGI MARTABAT WANITA
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم &doublequote; أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا &doublequote;
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى. رواه الترمذى
“Paling sempurnanya iman orang mukmin adalah yang memiliki karakter etika terbaik. Dan etika terbaik kalian adalah yang berperilaku paling baik kepada wanita mereka.” (HR. Tirmidzi)
Sayidah Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah Shallallau ‘Alaihi Wasallam berasabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” [HR. Tirmidzi]
~ An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafi’i.
***
Wanita sebelum kedatangan Islam tercatat sebagai makhluk yang kerap menjadi korban kekerasan dan penghinaan. Dalam beberapa budaya, mereka dikubur hidup-hidup, diwariskan, diperbudak hingga penderitaan kejam lainnya.
Ajaran Islamlah yang kemudian mengentas dan menegaskan martabat kaum wanita. Islam mengajarkan untuk menghormati wanita dengan memperlakukan mereka dengan baik. Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم &doublequote; أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا &doublequote;
“Orang percaya yang paling lengkap dalam iman, adalah yang memiliki karakter terbaik. Dan yang terbaik dari kalian adalah mereka yang paling baik kepada wanita mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
Rasulullah SAW juga memperingatkan umatnya untuk memberikan hak-hak wanita dengan adil.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: «اللَّهُمَّ إِنِّي أُحَرِّجُ حَقَّ الضَعِيفَين: اليَتِيم والمَرْأَة
&doublequote;Ya Allah, bahwa saya dengan tegas memperingatkan agar tidak melanggar hak-hak dua orang lemah: anak yatim dan wanita.&doublequote; (HR. Ibn Majah dan Ahmad)
Dengan demikian, al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad sangat menganjurkan agar kaum lelaki memperlakukan kaum wanita dengan baik, bersikap lembut, menyayangi, bersabar, dan bertoleransi atas sikap kurang baik dari mereka yang berkenaan dengan hak-hak kaum lelaki. Adapun berkenaan dengan hak-hak Allah SWT, maka kaum lelaki harus tegas, tidak boleh bersabar dan bertoleransi.
Satu hal lagi yang tidak boleh bertoleransi adalah kaum lelaki agar jangan memberikan hak kuasa atas urusan dan tugas-tugas yang menjadi kewajiban kaum lelaki, seperti menjadi pemimpin dan penguasa bagi kaum lelaki baik dalam urusan harta maupun urusan yang lain. Hal ini sebagaimana telah dilakukan oleh kaum yang lalai dengan urusan agama. Karena kodrat wanita sejatinya adalah menjadi pengikut terhadap kaum lelaki, bukan sebaliknya. Hal ini bukan diskriminasi, tapi justru menghormati dan menjunjung tinggi martabat kaum wanita.


