Tujuh Adab Berteman Menurut al-Imam al-Ghazali
Tujuh Adab Berteman Menurut Imam al-Ghazali
Sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan orang lain sebagai teman atau sahabat. Tentu untuk menjaga hubungan pertemanan atau persahabatan tersebut membutuhkan adab dan etika saling menghargai sebagaimana dikemukakan oleh Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din sebagai berikut:
Pertama, menunjukkan rasa gembira ketika bertemu.
Hal ini menjadi salah satu tanda pertemanan yang baik. Saling menjaga perasaan masing-masing ketika bertemu dengan menghindari sikap atau kata-kata yang tidak mengenakkan.
Kedua, mendahului mengucapkan salam.
Pihak yang mendahului mengucapkan salam adalah lebih baik sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud dan Ahmad.
Ketiga, ramah dan lapang dada ketika bersama.
Seorang teman akan cenderung mudah memaafkan karena tidak menginginkan pertemanannya menjadi renggang.
Keempat, ikut melepas saat teman berdiri hendak pergi.
Sikap ini menunjukkan penghargaan atau penghormatan terhadap teman. Inilah hakikat pertemanan yakni kesetaraan.
Kelima, memperhatikan dan tidak mendebat saat teman sedang berbicara.
Kedua belah pihak tidak ingin saling menyakiti. Hal-hal yang bisa merusak pertemanan akan dihindari sebisa mungkin.
Keenam, menceritakan hal-hal yang baik.
Menceritakan hal-hal yang baik dan bukan menceritakan hal-hal yang bisa menimbulkan rasa malu, tersakiti ataupun menyinggung perasaannya.
Ketujuh, memanggil dengan nama yang disenangi.
Memanggil teman sebaiknya dengan panggilan yang ia senangi. Ini untuk menjaga agar dia selalu bahagia sebagaimana dia menginginkan kita bahagia.
Sumber: Al-Adab fid Din fi Majmu&singlequote;ah Rasail al-Imam al-Ghazali, Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 444.


