ANUGERAH MEMILIH TEMAN YANG BERTAKWA DAN BERILMU
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : المرء مع جليسه
وَ قالَ ﷺ: المرءُ على دينِ خليلِه فلينظرْ أحدُكم مَن يُخاللُ
وَ قالَ ﷺ الجليس الصالح خير من الوحدة، والوحدة خير من جليس السوء
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang (dikumpulkan) bersama teman bergaulnya."
Baginda juga bersabda: “Seseorang tergantung dengan kualitas agama kekasihnya, maka hendaklah seseorang dari kalian berhati-hati dengan siapa berkekasih.”
Dan Baginda juga bersabda: “Berkumpul dengan teman yang saleh lebih baik daripada sendiri. Sedangkan sendiri lebih baik daripada berkumpul dengan teman yang buruk.”
***
Al-Imam as-Sayid Abdullah bin Alwi al-Haddad memberikan arahan dalam memilih teman dan sahabat. Hendaklah mencintai dan memilih sahabat orang-orang beriman yang bertakwa, berilmu, serta zuhud dalam urusan dunia. Hal ini karena seseorang akan dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintainya di dunia hingga akhirat sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis di atas serta banyak hadis-hadis lain maupun kalam para ulama mengenai pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh.
Disebutkan di dalam sebuah Hadis:
لاتصحب إلا مؤمنا , ولا يأكل طعامك إلا تقي
“Jangan anda bersahabat kecuali dengan seorang Mu’min, dan jangan memberikan makanan anda kecuali kepada seorang yang bertaqwa.”
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مثل الجليس الصالح كمثل صاحب المسك : إما أن يحذيك , أى يعطيك , وإما أن تبتاع منه . وإما أن تجد منه رائحة طيبة. ومثل الجليس السوء كنافخ الكير: إما أن يحرق ثيابك , وإما أن تجد منه وائحة منتنة.
“Perumpamaan teman yang saleh, laksana berteman dengan penjual minyak wangi. Bisa jadi ia akan memberi anda, atau anda akan membeli dari padanya, atau anda sekurang-kurangnya dapat mencium bau wangi. Dan perumpamaan teman yang jelek, laksana berteman dengan tukang besi peniup api. Bisa jadi ia akan membakar baju anda, atau anda akan mencium bau busuk daripadanya.”
Menjalin persahabatan dengan orang-orang yang bertakwa dan orang-oramg saleh ini merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala . Persahabatan inilah yang termasuk persahabaan yang terpuji dan layak disyukuri, karena di dalamya terdapat cinta karena Allah, serta meraih anugerah dan derajat yang agung di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
~ An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam Abdullah al-Haddad.
(Peduli)


