SEMARAK SEDEKAH DI BULAN PENUH BERKAH
Tidak ada bulan yang lebih ditunggu-tunggu oleh umat Islam, dengan antusiasme yang begitu luar biasa, kerinduan yang memuncak, dan suka cita yang membuncah, melebihi bulan suci Ramadhan. Bahkan, sebagaimana sudah kita maklumi bersama, bahwa doa yang paling sering kita baca dan kita dengar sejak bulan Rajab, yakni tiga bulan sebelum Ramadhan, adalah: “Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana waballighna Ramadhan” (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan).
Kenyataan yang kita lihat itu tidak ada lain selain menunjukkan bahwa betapa umat Islam sangat antusias dalam menunggu kehadiran bulan mulia ini. Antusiasme yang sangat tinggi itu tentu bukan hanya karena bulan Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala dari ibadah dan amal-amal baik yang kita lakukan, namun di samping itu juga karena suasana di bulan Ramadhan benar-benar khas, unik, dan berbeda dengan bulan-bulan yang lainnya, di mana pada bulan ini rutinitas ibadah benar-benar semarak dari pagi hingga malam, kegiatan-kegiatan sosial di mana-mana juga sangat semarak dan begitu menggairahkan, sehingga kita tanpa terasa bisa terlibat dalam suasana itu dengan suka cita yang tinggi.
Namun tentu, kita tidak boleh sebatas berhenti pada kegembiraan dan euforia belaka, akan tetapi bersamaan dengan euforia menyambut Ramadhan ini diharuskan ada hal-hal konkret yang kita lakukan, sehingga menunjukkan bahwa kegembiraan kita dalam menunggu Ramadhan ini tidak hanya sebatas kegembiraan palsu, atau gembira sebatas seremonial belaka. Maka, yang harus kita lakukan adalah berlatih membiasakan diri dengan berbagai macam ibadah, amaliah, dan kebaikan-kebaikan yang nantinya akan kita rutinkan di bulan Ramadhan.
Jadi misalnya, hal paling pokok dari ibadah yang akan kita lakukan di bulan Ramadhan adalah berpuasa. Maka, sebagaimana telah diteladankan oleh Baginda Nabi dan para ulama, mereka telah membiasakan puasa sejak bulan Rajab, dan intensitas puasa itu ditambah lagi di bulan Sya’ban, sehingga kita menghadapi puasa di bulan Ramadhan dengan nyaman. Begitu pula halnya dengan sedekah, jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, kita perlu berlatih membiasakan diri dengan bersedekah kepada mereka yang memerlukan, sehingga begitu bulan Ramadhan tiba, kita sudah terbiasa bersedekah, tidak akan lupa dan tidak akan terasa berat lagi.
Namun, karena untuk bersedekah ini dibutuhkan modal, maka yang dilakukan oleh para ulama untuk mempersiapkannya tentu jauh lebih serius lagi. Yakni para ulama dan orang-orang saleh biasanya bekerja keras selama sebelas bulan, bahkan semakin dekat pada bulan Ramadhan mereka akan semakin keras bekerja, agar supaya nantinya di bulan Ramadhan mereka sudah tidak perlu bekerja lagi. Pada bulan Ramadhan, mereka fokus pada melakukan ibadah-ibadah dan amal-amal kebaikan, terutama bersedekah. Karena mereka tahu, bahwa jika bersedekah ini mereka lakukan di bulan Ramadhan, maka pahalanya akan berlipat-lipat jauh lebih banyak dibandingkan bulan-bulan yang lain.


