GERAKAN QURBAN UNTUK KEMANUSIAN
Hari-hari belakangan ini, ada begitu banyak saudara-saudara kita umat Islam yang tengah menjadi korban peperangan dan bencana, salah satunya tentu saja di Palestina. Mereka kini hidup dalam kondisi yang sangat berbahaya, rentan akan berbagai penyakit menular, kelaparan, dan kematian. Kehidupan yang sungguh sangat berat dan menyayat hati. Maka sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita memberikan perhatian yang serius terhadap nasib saudara-saudara kita tersebut, dengan berbagai upaya yang mungkin kita lakukan.
Dalam Islam, ada banyak sekali instrumen yang ditetapkan oleh syariat yang berfungsi untuk memantik rasa prikemanusiaan kita, agar rasa kasih sayang dalam diri kita tumbuh subur, salah satunya adalah anjuran bersedekah, terutama di bulan Ramadhan seperti bulan yang lalu, zakat fitrah selepas bulan Ramadhan, dan melakukan qurban pada hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq.
Memang, para ulama menjelaskan bahwa tujuan sosial dari ritual qurban adalah agar supaya hari raya Idul Adha dan tiga hari setelahnya itu benar-benar menjadi hari kebahagiaan bagi umat Islam tanpa terkecuali, termasuk mereka yang fakir dan miskin pun bisa merasakan kebahagiaan yang sama. Maka, ketika daging qurban mesti didistribusikan dalam keadaan mentah, supaya mereka bisa makan enak sesuai dengan selera mereka masing-masing.
Namun, melihat keberadaan ritual kurban yang dilakukan oleh umat Islam secara serentak pada waktu yang sama, tentu pada hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq ini dipastikan umat Islam sedang surplus daging, mengingat ada jutaan hewan yang disembelih pada waktu itu. Karena itu, diperlukan pemikiran-pemikiran segar dan ide-ide baru untuk menyiasati bagaimana sekiranya jutaan ton daging-daging kurban ini bisa lebih bermanfaat pada umat, bahkan bisa menyejahterakan mereka, alih-alih didistribusikan pada hari yang sama kepada mereka yang sebenarnya sudah tidak membutuhkannya.
Karena itu, tren baru berupa mengemas daging kurban dalam bentuk kemasan kornet, yang dapat bertahan dalam tempo yang cukup lama, untuk kemudian nantinya daging qurban yang telah dikemas dalam bentuk kornet itu didistribusikan ke tempat-tempat yang jauh, pelosok, atau pedalaman, dan wilayah korban perang seperti Palestina, di mana mereka jauh lebih membutuhkan daging-daging itu ketimbang orang-orang di tempat di mana hewan-hewan kurban itu disembelih.
Ide seperti ini sangat relevan untuk dilakukan di tempat-tempat tertentu, di mana hewan-hewan kurban begitu melimpah, masyarakat sekitar sudah kebagian semua dalam porsi yang sangat cukup, namun kelebihannya masih sangat banyak, misalnya di Mekah ketika ada ribuan atau mungkin jutaan hewan qurban disembelih, atau di masjid-masjid besar yang bisa mewakili penyembelihan terhadap ratusan hewan qurban, dan semacamnya.
Bagaimanapun, ritual qurban ini tidak boleh hanya menjadi acara seremonial belaka, akan tetapi harus bisa mengobarkan rasa kemanusiaan dalam diri kita.


