PENJELASAN STUNTING DAN CARA MENCEGAHNYA

Agu 24, 2025 - 14:00
 0  97
PENJELASAN STUNTING DAN CARA MENCEGAHNYA

Assalamualaikum Dokter, mohon penjelasan mengenai anak stunting. Apa benar jika anak tubuhnya pendek pasti stunting? Dan bagaimana cara mencegahnya? Terimakasih.

Dian, Surabaya

Jawab:

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat hamil, atau anak pada masa pertumbuhannya.

Stunting ditandai dengan tinggi anak yang lebih pendek daripada standar usianya. Jumlah kasus stunting di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sekitar 3 dari 10 anak. Oleh karena itu, stunting masih menjadi masalah yang harus segera ditangani dan dicegah.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa anak yang tinggi badannya di bawah rata-rata belum tentu mengalami kekurangan gizi. Hal ini karena tinggi badan dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi bila kedua orang tua berpostur tubuh pendek, anak juga bisa memiliki kondisi yang sama.

Selain itu, perkembangan anak yang stunting biasanya terlambat secara signifikan. Sementara di sisi lain, anak yang sehat umumnya tidak mengalami keterlambatan perkembangan meski perawakannya pendek.

Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis). Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan anak kekurangan nutrisi adalah:

  • Ibu mengalami malnutrisi atau terserang infeksi selama hamil
  • Anak tidak mendapatkan ASI eksklusif
  • Kualitas gizi MPASI yang kurang

Gejala stunting umumnya bisa terlihat saat anak berusia 2 tahun. Namun, hal ini sering tidak disadari, atau malah disalahartikan sebagai perawakan pendek yang normal.

Gejala dan tanda-tanda yang bisa menunjukkan anak mengalami stunting adalah:

  • Tinggi badan anak lebih pendek daripada tinggi badan anak seusianya
  • Berat badan tidak meningkat secara konsisten
  • Tahap perkembangan yang terlambat dibandingkan anak seusianya
  • Tidak aktif bermain

Pencegahan stunting adalah dengan menghindari faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Upaya yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memenuhi asupan gizi yang cukup sebelum merencanakan kehamilan dan selama kehamilan
  • Mencukupi asupan gizi, terutama selama 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak pembuahan sel telur hingga anak berusia 2 tahun
  • Memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan
  • Membaca buku KIA agar mengetahui panduan menyiapkan asupan makanan yang tepat untuk anak
  • Melakukan pemeriksaan rutin ke posyandu untuk memantau tahapan tumbuh kembang anak
  • Memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap

Semoga bermanfaat!

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali