4 CARA MENCEGAH STUNTING PADA BALITA
Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi karena defisiensi gizi dalam waktu lama. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang anak, yaitu tinggi badan anak yang menjadi lebih pendek atau bisa dibilang kerdil dibandingkan dengan anak seusianya.
Sayangnya masih banyak orang tua yang tidak mengetahui, akan dampak negative stunting dan cara mencegahnya. Berikut beberapa cara mencegah stunting, yang patut untuk diketahui.
1. Pola asuh yang tepat
Langkah pertama dalam mencegah stunting, adalah menerapkan pola asuh yang tepat untuk anak. Ini meliputi Inisiasi Menyusui Dini atau IMD dan memberikan ASI eksklusif untuk bayi, hingga usianya genap 6 bulan dan dilanjutkan hingga usianya 2 tahun.
2. MPASI yang optimal
United Nations Children’s Fund (UNICEF) bersama dengan World Health Organization (WHO) merekomendasikan, bayi yang berusia 6 sampai 23 bulan memperoleh asupan makanan pendamping ASI atau MPASI yang tepat dan optimal.
Aturan pemberian makanan pendamping ASI mengandung setidaknya 4 atau lebih dari 7 macam makanan. Ini termasuk umbi atau serealia, produk olahan susu, kacang-kacangan, sumber protein, dan makanan dengan kandungan vitamin A.
Selain itu, ibu juga perlu memperhatikan batas frekuensi pemberian makan minimal untuk bayi mulai dari 6-23 bulan yang mendapat atau tidak mendapat ASI. Aturannya yaitu 2 kali sehari atau lebih untuk usia 6-8 bulan bayi dengan ASI, dan 3 kali sehari atau lebih untuk bayi usia 9-23 bulan dengan ASI.
Sementara itu, bayi usia 6-23 bulan yang tidak mendapatkan ASI setidaknya harus makan minimal 4 kali dalam sehari dengan porsi yang sesuai.
3. mengobati penyakit yang dialami anak
Berbagai kondisi medis yang dialami anak bisa membuatnya mengalami penurunan nafsu makan. Misalnya anak mengalami demam, batuk, pilek, flu, sembelit, hingga masalah pencernaan dan kondisi lan seperti TBC. Jika demikian, sebaiknya berikan penanganan utama pada kondisi medis tersebut. Lalu, ibu bisa melanjutkan dengan kembali memperbaiki asupan gizi sang buah hati.
4. Penerapan hidup bersih di lingkungan keluarga
Pencegahan terakhir berupa menerapkan pola hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan rumah maupun luar rumah. Membersihkan rumah bisa membantu menunjang kesehatan tubuh anak dan keluarga secara menyeluruh.
Itu tadi beberapa upaya mencegah stunting pada balita yang dapat ibu dan ayah lakukan di rumah. Jangan lupa untuk rutin melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak.
Sumber: www.halodoc.com


