PENGHARGAAN RASULULLAH ﷺ TERHADAP KEBERSIHAN
Rasulullah ﷺ adalah penghulu para nabi yang dikenal sebagai manusia paling bersih tubuhnya, pakaiannya, rumahnya, dan tempat duduknya. Dalam sebuah hadis, Abu Qurshafah berkata, “Aku tidak pernah melihat seorang pun seperti lelaki ini; wajahnya paling indah, dan pakaiannya paling bersih.” (HR. Thabarani).
Beliau ﷺ sangat menyukai kerapian dan keindahan. Dalam sabdanya disebutkan, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Ibnus-Sunni). Karena itu, Rasulullah ﷺ selalu menyesuaikan penampilannya dengan keadaan. Saat menerima delegasi, beliau tampil dengan pakaian terbaik. Pada hari raya dan hari Jumat, beliau mengenakan pakaian khusus. Bahkan beliau menganjurkan, “Perindahlah pakaian kalian, perbaikilah kendaraan kalian, sehingga kalian tampak menonjol di tengah manusia.” (HR. al-Hakim).
Beliau ﷺ juga menegaskan, “Termasuk kemuliaan seorang mukmin di sisi Allah ialah bersih pakaiannya dan ridha terhadap rezeki yang sederhana.” (HR. Thabarani dan Abu Nu‘aim).
Perhatian beliau tidak hanya pada diri, tetapi juga pada lingkungan. Rumah beliau selalu dijaga kebersihannya. Beliau bersabda, “Bersihkanlah halaman rumah kalian.” Adapun terhadap masjid, Rasulullah ﷺ sangat menjaganya tetap bersih dan menghargai orang yang merawatnya. Pernah seorang wanita pembersih masjid wafat, dan para sahabat tidak segera memberitahukan hal itu. Rasulullah ﷺ pun bersedih seraya berkata, “Mengapa kalian tidak memberitahuku?” Lalu beliau mendatangi kuburnya dan menyolatkannya.
Di Masjid Nabawi, ada sahabat bernama Nu‘aim al-Mujammir yang bertugas membakari dupa, sehingga masjid tetap harum. Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Kami diperintahkan membangun masjid di lingkungan dan membersihkannya.” (HR. at-Tirmidzi), serta dalam riwayat lain, “…dan memberi wewangian padanya.”
Beliau ﷺ memerintahkan agar tempat wudhu berada di pintu masjid agar tidak mengotori bagian dalam, melarang meludah di masjid, dan menjelaskan bahwa membersihkan kotoran sekecil apa pun di masjid bernilai pahala besar. Teladan ini menunjukkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman yang harus dijaga dalam seluruh aspek kehidupan.
~ Sumber: Muhammad Al-Insanul Kamil, karya Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki.
(Jeki/Peduli)


