MENGOPTIMALKAN KESEJAHTERAAN YATIM
Memelihara anak yatim adalah amal kebaikan yang memiliki keutamaan yang sangat agung dalam Islam. Bahkan keutamaan itu adalah dijanjikan kedekatan dengan Baginda Nabi di surga. Tentu, hal ini adalah sebuah kemuliaan yang sangat istimewa yang diharapkan oleh setiap umat Islam.
Namun tentunya, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk memelihara anak yatim secara utuh, dalam arti menjamin kesejahteraan mereka dalam berbagai hal, mulai dari sandang pangan dan papannya, jaminan pendidikan, dan kebutuhan-kebutuhan lain dalam berbagai aspek kehidupan anak yatim tersebut.
Karena itu, cara yang paling masuk akal untuk mendapatkan keutamaan pemeliharaan anak yatim tersebut adalah dengan mendonasikan kelebihan rezeki kita kepada anak-anak yatim melalui lembaga-lembaga sosial yang yang memang fokus melakukan pemeliharaan kepada anak-anak yatim, mulai dari kebutuhan sandang dan pangannya hingga pendidikannya.
Dengan demikian, yang bertugas untuk memikirkan kesejahteraan anak-anak yatim adalah lembaga-lembaga tersebut, sedangkan umat Islam dan masyarakat pada umumnya tinggal fokus mendonasikan sebagian rezekinya saja. Maka dari itu, kita perlu memberikan beberapa masukan dan pertimbangan kepada lembaga-lembaga tersebut terkait dengan kesejahteraan yang perlu diperhatikan dan dicurahkan untuk anak-anak yatim, sebagai berikut:
Pertama, lembaga sosial terutama yang mengurusi anak-anak yatim harus memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan primer anak-anak yatim, dengan cara memprioritaskan asupan yang bernilai gizi tinggi kepada mereka. Asupan bergizi di sini tidak identik dengan bahan-bahan yang mahal, karena betapa banyak bahan-bahan makanan bergizi tinggi dengan harga murah yang ada di sekitar kita.
Kedua, termasuk kebutuhan primer lain yang harus diberikan kepada anak-anak yatim adalah pendidikan yang layak dan berkualitas tinggi, karena bagaimanapun ilmu pengetahuan adalah bahan baku yang bisa mengantarkan mereka mengarungi kehidupan ini dalam waktu yang panjang. Ilmu yang paling penting untuk diberikan kepada anak-anak yatim adalah ilmu agama Islam, karena ilmu ini tidak hanya bermanfaat untuk kebahagiaan dunia, tapi juga untuk keselamatan dan kebahagiaan ukhrawi.
Ketiga, memberikan perhatian khusus pada psikologi anak-anak yatim, dengan cara menugaskan guru-guru khusus yang ramah anak untuk mengajari mereka. Hal ini agar kebutuhan psikologis anak-anak yatim bisa terpenuhi, mengingat mereka telah dihadapkan pada ujian berat harus kehilangan orang yang mestinya sangat menyayangi mereka.
Keempat, membekali anak-anak yatim dengan keterampilan dan keahlian khusus sesuai dengan kecenderungan dan minat mereka, agar kelak mereka bisa berkiprah dalam kehidupan ketika sudah dewasa secara profesional. Langkah ini penting untuk dilakukan, karena ia ibarat memberikan kail untuk mengajari mereka memancing, bukan hanya memanjakan mereka dengan menyuguhkan ikan yang sudah siap disantap.


