SIKAP WARA’ IMAM SUFYAN ATS-TSAURI DAN IBNUL-MUBARAK  YANG TIDAK MASUK AKAL

Jul 15, 2025 - 08:34
Jul 11, 2025 - 21:14
 0  140
SIKAP WARA’ IMAM SUFYAN ATS-TSAURI DAN IBNUL-MUBARAK  YANG TIDAK MASUK AKAL

وكان سفيان الثوري رحمه الله تعالى إذا لم يجد الحلال الصافي يأكل الرمل ويمكث عليه الأيام.  ورجع إبن المبارك من مرو بخرسان إلى الشام في قلم إستعاره ونسي أن يرده على صاحبه.

Al-Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad menceritkan kisah ulama salaf, “Imam Sufyan ats-Tsauri bila tidak menemukan makanan yang halal murni, maka ia makan pasir selama beberapa hari. Sedangkan Ibnul-Mubarak rela kembali dari Khurasan menuju Syam hanya untuk mengembalikan pena kepada pemiliknya.”                                                                

***

Al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menceritakan kisah-kisah para ulama salaf, diantaranya; Imam Ibnu Sirin. Imam Sufyan ats-Tsauri dan Imam Ibnul-Mubarak.

Imam Sufyan ats-Tsauri (96 H/ 716 M-161 H/778 M) terkenal sebagai teladan yang wara' dan sangat hati-hati, zuhud, serta ahli fikih yang setara dengan para imam fikih yang empat. Ia dilahirkan dan hidup di tengah-tengah keluarga yang agamis. Ayahnya, Sa'id bin Masruq, dikenal ahli hadits Kufah yang terpercaya, sedangkan ibunya merupakan sosok perempuan yang wara' dan zuhud. Kedua orang tua inilah yang mendorongnya menjadi pribadi yang ahli fiqih, wara’, dan zuhud.

Saking hati-hati dan zuhudnya, saat tidak menemukan makanan yang halal murni, ia sampai makan pasir untuk mengganjal perutnya yang kosong berhari-hari. 

Sedangkan Ibnul-Mubarak atau Abdullah bin al-Mubarak (118 H/736 M-181 H/797 M) adalah sosok  ahli fikihahli haditswara’zuhud, dermawan, ahli sejarah, pemberani–yang keberaniannya ini mendorongnya untuk terjun di medan jihad fisabilillah, hingga wafat  pada bulan Ramadhan sekembali dari medan perang. dalam umur 63 tahun. 

Diantara sikap waraknya adalah Ibnul-Mubarak rela kembali dalam sebuah perjalanan dari Khurasan menuju Syam hanya untuk mengembalikan pena yang terlupakan kepada pemiliknya. Khurasan (yang sekarang meliputi Iran, Afghanistan, dan Tajikistan) dan Syam (yang sekarang meliputi Suriah, Lebanon, Palestina, dan Yordania). Jarak antara kedua wilayah ini mencapai lebih dari 1500 kilometer. Jarak yang sangat jauh, apalagi ditempuh dengan jalan kaki ataupun berkuda. 

Dalam hal wara’ ini, Ibnul-Mubarak berkata, "Orang yang cerdas tidak akan merasa aman dari 4 hal: pertama, terkait dosa yang pernah dilakukan, dia tidak tahu apakah yang akan Allah perbuat atasnya; kedua, umur yang tersisa, dia tidak tahu hal yang akan membuatnya celaka; ketiga, keutamaan yang Allah berikan, dia tidak tahu apakah itu tipuan atau istidrajkeempat, kesesatan yang tampak sebagai petunjuk, merupakan ketergelinciran hati yang membuat agama seseorang menjadi rusak tanpa sadar.” 

Ibnul-Mubarak juga pernah ditanya, "Wara' manakah yang terberat itu?" Ia menjawab, "Bersikap wara' dalam lisan." 

~ Sumber: Pengajian Kitab An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah k. arya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali