Etika Bisnis Kaum Muslimin
Etika Bisnis Kaum Muslimin
Di antara kewajiban seorang Muslim adalah bekerja mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya dengan memperhatikan beberapa adab berikut:
- Memilih Kerja yang Halal dan Baik
Suatu ketika Rasulullah pernah ditanya mengenai penghasilan yang terbaik, Beliau menjawab, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua penghasilan yang mabrur (baik di sisi Allah).
- Mempunyai Keahlian, dan Bertanggungjawab
“Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila bekerja, ia melakukannya dengan profesional. (HR. Tabrani)
- Memilih Rekan Kerja yang Jujur dan Amanah
“Seorang pedagang Muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para Nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti). (HR. Ibn Majah)
- Menghindari Transaksi dengan Orang yang melalaikan kewajiban kepada Allah
- Tidak Melalaikan Shalat Fardhu Berjemaah
Nilai seseorang hamba tergantung tingginya derajat di sisi Allah, termasuk nilai rezekinya.
“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dari shalat sendirian.” (HR. Bukhari)
- Menyisihkan Sebagian Penghasilannya untuk Kaum Dhuafa
Nabi bersabda, “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, namun akan bertambah, bertambah dan bertambah“.
- Berdoa dan Berserah Diri kepada Allah
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya... (QS. At-Thalaq: 2-3)
Sumber: Iqâzhul-Himâm fi Syarh al-Hikâm, hal. 16. dll.
(Jeki | Sidogiri Peduli)


