KISAH HABIB UMAR DAN TIM SEPAK BOLA

Agu 24, 2023 - 11:01
Agu 24, 2023 - 11:01
 0  292
KISAH HABIB UMAR DAN TIM SEPAK BOLA
KISAH HABIB UMAR DAN TIM SEPAK BOLA

 

Kala itu usia Habib Umar bin Hafidz masih sangat muda. Habib Ali al-Jufri mengisahkan awal mula dakwah beliau: 

 

Suatu hari ketika beliau (Habib Umar) keluar dari masjid, ada segerombolan anak muda bertanya kepada Beliau, &doublequote;Habib, menurut Anda sepak bola halal atau haram?&doublequote;

 

Habib Umar tersenyum lalu menjawab, &doublequote;Halal.. siapa bilang sepak bola haram? Selama tidak membuat kalian meninggalkan kewajiban seperti salat dan lain-lain. &doublequote;Dimana kalian bermain?&doublequote; &doublequote;Di Lapangan itu Habib.&doublequote; 

 

Habib Umar menjawab, &doublequote;Baik.. Insya Allah nanti aku akan pergi kesana untuk melihat kalian bermain.Aku sangat ingin melihat permainan kalian. Tapi ada satu masalah.&doublequote;

 

&doublequote;Masalah apa Habib?&doublequote;

 

&doublequote;Kalian bermain memakai celana pendek yang tidak menutupi aurat, sedangkan menurut ulama kita, melihat aurat hukumnya haram,&doublequote; kata Habib Umar.

 

&doublequote;Jangan khawatir Habib. Insya Allah mulai besok kami semua akan menutup aurat kami. Yang penting Habib bisa hadir bersama kami.&doublequote;

 

Suatu hari kelompok anak muda itu berkata kepada Habib, &singlequote;Habib kami akan menghadapi turnamen penting, pemenang turnamen ini akan mendapat piala, kami ingin Habib hadir dan menyaksikan permainan kami.&doublequote;

 

&doublequote;Darimana kalian dapatkan piala itu?&doublequote; tanya Habib Umar.

 

&doublequote;Dari kami sendiri, semua tim yang akan bertanding patungan dan hasilnya kami belikan piala,&doublequote; kata para pemuda itu.

 

&doublequote;Itu haram hukumnya karena termasuk judi,&doublequote; kata Habib Umar memberi arahan.

 

&doublequote;Jika hadiahnya dari peserta maka itu judi, kalau begitu biar aku saja yang membeli pialanya,&doublequote; kata Habib Umar.

 

Akhirnya beliaulah yang membeli piala yang menjadi hadiah utama turnamen tersebut. Padahal kehidupan ekonomi beliau pada waktu itu jauh dari kata mencukupi.

 

Hingga suatu hari beliau berkata kepada mereka, &doublequote;Aku sudah sering datang ke tempat kalian. Sekarang giliran kalian berkunjung ke tempatku,&doublequote; kata Habib Umar yang kala itu Beliau masih belajar dan mengajar di Ribath Baidha&singlequote;, asuhan Habib Muhammad al-Haddar, guru yang juga mertua beliau.

 

&doublequote;Habib.. Kami ingin kesana, tapi kami malu. Habib tau sendiri disana adalah tempat para santri, tempat pengajian-pengajian yang jelas tidak layak dan pantas diisi oleh orang seperti kami,&doublequote; kata para pemuda itu.

 

&doublequote;Jangan khawatir.. Aku akan menyiapkan tempat khusus untuk kalian di masjid lantai dua,&doublequote; kata Habib Umar. Dan mulai saat itu, pemuda-pemuda yang masih nol ilmu agama itu, dengan pakaian-pakaian &singlequote;gaul&singlequote; mereka semakin rutin hadir ke Ribath. Habib Umar sendiri yang mendidik mereka dan menceritakan sejarah-sejarah Nabi.

 

Habib Ali mengatakan, berkat dakwah cinta dan kasih sayang Habib Umar, sekarang para pemuda pemain sepak bola itulah yang mengisi mimbar-mimbar masjid dan menghidupan aktivitas dakwah di kota Baidha&singlequote; dan sekitarnya.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow