MEMELUK ISLAM SETELAH BELANJA DI PASAR TARIM
Ulama kharismatik asal Uni Emirat Arab, al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufri, pernah berkisah seorang turis yang berkunjung ke Tarim, Hadramaut, Yaman.
Beberapa tahun lalu seorang turis datang ke Tarim. Dia melihat-lihat harga yang ada di pasar. Lalu datanglah dia ke salah satu anak yang masih belia berumur sekitar 14 tahunan. Anak itu tergolong miskin, menggelar barang dagangannya. Barang dagangan yang tidak begitu bernilai harganya.
Ketika sang turis menunduk untuk melihat-lihat barang sang anak tersebut, tanpa sadar uangnya terjatuh (sejumlah uang Dollar dengan nilai yang cukup besar). Mereka tidak menyadari karena sibuk dengan barang dagangannya.
Setelah sang turis berlalu, sang anak baru menyadari bahwa uang sang turis tersebut terjatuh, maka sang anak itu pun mengambilnya dan berlari menuju sang turis untuk mengembalikan uangnya yang terjatuh.
Sang turis terkejut, dia bertanya, &doublequote;Kenapa engkau kembalikan uangku, padahal uang ini bisa engkau gunakan untuk membeli toko dan engkau bisa berdagang dengan uang ini?&doublequote;, ujar sang turis.
Sang anak itu menjawab dengan tegas, &doublequote;Engkau menginginkan aku berdagang dengan uang haram? Menjual agamaku demi sejumlah uang Dolar?&doublequote;
Jawaban anak itu membuat sang turis kaget. Hatinya seakan-akan bergoncang dan kemudian berkata, &doublequote;Tunjukkan aku kepada salah satu ulama dari agamamu yang tidak mau menjual agamanya demi sejumlah uang.&doublequote;
Maka diantarlah sang turis itu ke Pondok Darul Musthofa yang ada di Tarim. Turis itu pun menyatakan ke-Islamannya; mengucap dua kalimat syahadat.
Sang turis itu diketahui adalah salah satu dosen di Jepang. Lihatlah bagaimana kekuatan amanah dan kejujuran di dalam perdagangan, mampu mengubah hati seseorang tanpa dialog, tanpa diskusi panjang. Turis tersebut mendapatkan hidayah dari Allah berkat akhlak dan kejujuran seorang anak di pasar Tarim.
Pasar Tarim bagaikan pesantren yang di dalamnya penuh dengan ilmu. Di Pasar Tarim sunnah-sunnah jual beli ditegakkan, berkat para shalihin yang selalu menebar ilmu dan akhlak mulia.


