MELATIH ANAK HIDUP SEDERHANA DAN BERAKHLAK MULIA

Sep 25, 2024 - 13:06
Okt 9, 2024 - 16:28
 0  140
MELATIH ANAK HIDUP SEDERHANA DAN BERAKHLAK MULIA

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam al-Ghazali mengurai panjang lebar mengenai pendidikan anak, dari sisi jasmani, akal, maupun akhlaknya. 

 Sebagaimana ditulis oleh Lilif Mualifatul Khorida dalam edusoshum journal of islamic education and social humanities, vol. 1, no. 2, agustus 2021—yang mengutip secara ringkas  penjelasan Imam al-Ghazali terkait pendidikan anak tersebut sebagai berikut:

  1. Pendidikan anak lebih diperhatikan sejak lahir

Asuhan anak hendaklah diserahkan kepada perempuan salehah. Karena bila diabaikan sejak mula pertumbuhannya, maka umumnya anak itu akan berakhlak buruk. 

  1.  Membiasakan anak hidup sederhana

Kesederhanaan ini dimulai dari pakaian, makanan dan tempat tidurnya. Seperti membiasakan makan roti kering tanpa salai pada waktu –waktu tertentu, membiasakan untuk tidak memikirkan dan membandingkan makanan dan agar bersyukur dengan makanan sederhana. Anak dianjurkan untuk berpakaian putih, tidak berwarna dan bermotif kembang. Sebaiknya anak tidak dibiasakan  tidur di atas kasur yang tebal agar otot badannya tumbuh kuat.  

Untuk menjaga kesehatan jasmaninya, sebaiknya anak-anak diajak dan dilatih pada pagi hari jalan kaki, gerak badan, dan latihan-latihan lainnya sehingga tidak menjadi malas.

  1. Mengenalkan biografi tokoh-tokoh ulama 

Setelah diajari al-Quran dan hadis-hadis pilihan, anak diajari biografi orang-orang besar agar tertanam dalam jiwanya hormat kepada orang-orang besar. 

Hal ini juga mengajarkan etika mulia dari biografi orang-orang saleh tersebut serta menanamkan sifat berani dan tabah.  

Yang terpenting lagi, agar anak-anak dipelihara dari pergaulan teman-teman yang buruk karena akhlak yang buruk itu akan menular seperti menularnya penyakit ke badan yang sehat. 

Agar setiap budi pekerti atau perbuatan terpuji yang diperlihatkan oleh anak itu diapresiasi bahkan diberi hadiah karena hadiah itu merangsang anak untuk lebih banyak berbuat kebaikan. Jangan banyak mencela anak sewaktu anak tersebut melakukan kesalahan, karena justru membuat anak itu mengabaikannya. 

Memasuki masa remaja, maka segera diajarkan pokok-pokok pengetahuan agama. Bila anak memasuki usia dewasa, mulailah diajari ilmu syariat, karena di usia ini perkembangan akal memungkinkan untuk menerima pengetahuan-pengetahuan tersebut. 

 

(Jeki/Peduli)

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow