KUALITAS PENDIDIKAN UNTUK ANAK YATIM

Jun 11, 2025 - 13:45
 0  73
KUALITAS PENDIDIKAN UNTUK ANAK YATIM

Sebagaimana maklum, Islam sangat memuliakan anak-anak yatim, yaitu anak yang hidup tanpa ayah, bersebab ia telah berpulang ke rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Pemuliaan anak-anak yatim ditegaskan secara langsung oleh al-Quran dan hadis, bahkan status keyatiman dijalani oleh Baginda Nabi ﷺ. Ketika Nabi baginda Nabi memulai perjalanan hidup beliau sebagai yatim, sedangkan beliau adalah orang paling mulia, maka berarti keberadaan anak-anak yatim sama sekali bukan sebagai bentuk kehinaan.

Karena pemuliaan Islam terhadap anak-anak yatim itulah, maka umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, juga memuliakan dan mengistimewakan anak-anak yatim. Salah satu bentuk pemuliaan anak-anak yatim dalam konteks keindonesiaan adalah bahwa masyarakat memandang anak-anak yatim dengan pandangan kasih sayang, sehingga mereka gemar menyantuni dan mengayomi anak-anak yatim.

Dalam bentuk yang lebih formal, kepedulian masyarakat Muslim Indonesia terhadap anak-anak yatim dituangkan dalam seremonial khusus pada momentum Asyura, yakni tanggal 10 bulan Muharam. Pada momentum tersebut, umat Islam Indonesia beramai-ramai menyantuni anak-anak yatim, baik yang mereka lakukan secara terorganisir maupun secara individual. Bahkan lebih dari itu, di Indonesia dapat dengan mudah kita temui lembaga-lembaga sosial yang didirikan untuk menyantuni anak-anak yatim.

Bagaimanapun, pandangan kasih sayang, kepedulian, dan pemuliaan yang dilakukan oleh umat Islam Indonesia terhadap anak-anak yatim adalah hal yang luar biasa, karena itu menunjukkan bahwa mereka benar-benar menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata. Itu adalah sebuah prestasi tersendiri. Namun tentunya, kita tidak boleh puas hanya dengan keadaan saat ini, sehingga kita harus terus berusaha meningkatkan kepedulian kita kepada anak-anak yatim, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Salah satu aspek yang perlu kita tingkatkan dalam hal kepedulian terhadap anak-anak yatim itu adalah bentuk dari kepedulian itu sendiri, di mana lumrahnya kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim diwujudkan dalam bentuk materi, baik berupa buang, pakaian, makanan, atau mungkin fasilitas hidup yang lain.

Tentu, bentuk kepedulian seperti itu harus tetap kita pertahankan dan bahkan kita tingkatkan, karena bagaimanapun bentuk kepedulian tersebut memang dibutuhkan oleh anak-anak yatim. Namun ada bentuk kepedulian lain yang jauh lebih dibutuhkan oleh anak-anak yatim untuk menjamin masa depan mereka, yaitu kepedulian dalam bentuk pendidikan.

Barangkali, dalam hal ini masyarakat akan kesulitan jika memberikan santunan pendidikan kepada anak-anak yatim secara individu.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali