GOTONG ROYONG MENCERDASKAN BANGSA
Pendidikan adalah modal utama untuk memanusiakan manusia. Tanpa pendidikan, manusia sangat mungkin untuk berperilaku seperti binatang ada umumnya, atau bahkan lebih buruk lagi. Hanya pendidikan yang bisa membikin manusia bisa bermartabat dan bahkan bisa membangun peradaban. Karena itu, Islam sebagai agama yang haq, datang dengan membawa dan menyebarkan ilmu, serta mendorong umat Islam untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Penghargaan Islam terhadap ilmu dan dorongan Islam agar kita menyebarkan ilmu sudah tidak perlu dijelaskan lagi, karena itu sudah sangat maklum bagi semua orang. Hal terpenting untuk dijelaskan dan disebarkan saat ini adalah, bagaimana sekiranya kita memiliki keterlibatan nyata dalam mencerdaskan bangsa dan mengisi bangsa dengan ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu lain yang berguna.
Tentu, keberagaman kita dan semua orang dalam berbagai aspek, serta kapasitas dan kemampuan masing-masing, tidak memungkinkan semua orang untuk melakukan hal yang sama dalam hal usaha mencerdaskan bangsa, mengisi mereka dengan ilmu pengetahuan, melalui mengajar misalnya. Namun bagaimanapun, ada banyak cara dan banyak hal yang bisa kita lakukan, meskipun berbeda-beda ragam dan bentuknya, namun bisa kita arahkan pada maksud dan tujuan yang sama, yaitu mengisi umat dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat.
Kita tahu bahwa saat ini sudah banyak lembaga-lembaga sosial berdiri di mana-mana. Begitu pula, banyak lembaga-lembaga pendidikan dengan berbagai model dan jurusannya juga telah berdiri di mana-mana. Selain itu, juga ada lembaga-lembaga yang khusus mengelola tenaga pendidik dan dai. Nah, semua ini adalah sarana-sarana yang baik sebagai jembatan bagi kita dalam berpartisipasi mencerdaskan bangsa, menurut kemampuan dan kesediaan kita.
Karena itu, jika kebetulan kita adalah orang yang memiliki ilmu, maka akan sangat baik jika kita menyalurkan dan menyebarkan ilmu yang kita miliki melalui suatu lembaga pendidikan, dalam arti kita menjadi guru atau staf pengajar. Namun jika pun kita tidak menjadi tenaga pendidik secara formal, kita tetap bisa mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada siapapun, terutama orang-orang terdekat kita. Bahkan kini kita bisa berbagi ilmu melalui aplikasi dan internet.
Namun bagi yang tidak bisa berpartisipasi dengan menjadi pengajar, maka masih bisa berpartisipasi dengan cara lain, misalnya dengan menyumbangkan sejumlah harta yang dimiliki melalui suatu lembaga sosial, misalnya LAZ Sidogiri. Nah, nantinya dana yang terkumpul di sini salah satunya akan dialokasikan untuk membiayai kebutuhan pendidikan anak-anak yatim dan anak-anak yang tidak mampu secara ekonomi.
Dengan demikian, kendati dana yang kita keluarkan tidak seberapa, namun karena kita semua gotong royong dalam berpartisipasi, makan kita bisa berbuat banyak dalam rangka menyelamatkan generasi kita dari kebodohan, dan mengisi mereka dengan ilmu pengetahuan.


