MENCIPTAKAN KEADILAN EKONOMI

Okt 25, 2025 - 17:03
 0  87
MENCIPTAKAN KEADILAN EKONOMI

Tidak diragukan lagi bahwa Indonesia adalah negeri kaya raya yang populer dengan semboyan “gemah ripah loh jinawi”. Kekayaan alamnya membentang luas dari Sabang sampai Merauke, dan menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Di samping itu, sumber daya manusia sangat banyak yang memiliki kemampuan untuk mengelola kekayaan alam tersebut, guna memakmurkan segenap bangsa Indonesia.

Akan tetapi fakta di lapangan yang kita lihat sehari-hari berbanding terbalik dengan kekayaan alam dan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Hal itu dibuktikan misalnya dengan masih tingginya jumlah pengangguran di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2024 mencapai 7,2 juta orang. Sebuah angka yang luar biasa besar.

Karena itu kita bertanya-tanya: Jika dikatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, lalu kenapa untuk mendapatkan pekerjaan di negeri sendiri masih sangat sulit? Sampai-sampai hari ini jutaan rakyat Indonesia masih merantau di luar negeri untuk mencari sesuap nasi? Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2024 adalah 25,22 juta orang. Persentase penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2024 adalah 9,03 persen. Sungguh hal ini sangat memprihatinkan.

Di sisi lain, ternyata orang yang SuperKaya di Indonesia justru meningkat. Jumlah jutawan di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 134 ribu orang. Sementara itu, ada 33 orang pengusaha Indonesia yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes, dan empat di antaranya masuk dalam 100 besar orang terkaya di dunia.

Kemudian, berdasarkan data Hurun Global per tahun 2024, jumlah orang kaya di Indonesia dengan kekayaan di atas US$ 1 miliar bertambah 12 orang. Kini, jumlah orang kaya di Indonesia menjadi 47 orang. Penambahan jumlah orang kaya ini membuat Indonesia berada di urutan ke 13 dengan jumlah orang kaya terbanyak.

Lalu apa yang bisa kita simpulkan dari ketimpangan di atas? Jawabannya tidak ada lain adalah tidak adanya pemerataan dan keadilan sosial, yang merupakan amanat Pancasila dan Undang-undang Dasar Republik Indonesia. Ketika terjadi peningkatan kemiskinan namun di sisi lain terjadi peningkatan jumlah orang kaya, hal ini menunjukkan adanya ketidakadilan yang nyata.

Fakta-fakta ketidakadilan inilah yang menjadi penyebab dari semakin terpuruknya kondisi ekonomi Indonesia. Karena berbagai sektor yang mengandung nilai ekonomi besar justru dikuasai oleh perusahaan-perusahaan luar negeri, baik itu tambang emas, tambang minyak, batu bara, nikel, kelapa sawit, dan lain sebagainya. Ketika kekayaan alam Indonesia justru dikelola dan dikuasai oleh orang luar, maka rakyat Indonesia hanya mendapatkan ampas dan limbahnya saja.

Tentu, yang bertanggung jawab untuk mengatasi semua itu adalah pemerintah. Akan tetapi disayangkan baik pemerintah maupun wakil rakyat juga terpedaya untuk memperkaya diri dan lingkarannya saja, sehingga mereka mudah melakukan korupsi, disuap oleh cukong, dan tindakan buruk lainnya, sehingga sekali lagi rakyat yang kebagian getahnya.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali