MAKANAN ATAU PAKAIAN HARAM MENGGELAPKAN HATI DAN MENGHALANGI TERKABULNYA DOA
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: (إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبَاً وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ: (يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوْا صَالِحاً) وَقَالَ: (يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah ﷻ Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah ﷻ telah memerintahkan kaum mukminin dengan sesuatu yang Allah ﷻ perintahkan kepada para rasul-Nya. Maka Allah ﷻ berfirman, “Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik dan kerjakanlah amal salih.” “Wahai orang-orang beriman, makanlah kalian dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepada kalian.”
Kemudian Rasulullah ﷺ menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan panjang dengan keadaan rambut dan tubuhnya kusut dan kotor, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: “Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku,” namun makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram dan kenyang dengan sesuatu yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?.” (HR. Muslim)
***
Al-Imam Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad setelah mewanti-wanti mengenai makanan halal, beliau juga mewanri-wanti agar mewasdai makanan, pakaian, atau menggunakan apapun yang haram. Efek dari mengkonsumsi atau menggunakan perkara haram atau syubhat ini merupakan kebalikan dari mengkonnsumsi atau menggunakan perkara halal. Di antara efek menggunakan perkara haram adalah; mengeraskan hati, menggelapkannya, memalingkan dari ketaatan, serta membuat cinta dunia, bahkan menjadi sebab tertolaknya doa dan amal kebaikan.
Selain akibat-akibat negatife di dunia itu, Allah ﷻ juga memberi ancaman keras kelak di akhirat. Di antaranya ancaman itu adalah api nereka bagi orang yang makan harta anak yatim dan harta riba. “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka),” (QS al-Nisa’: 10).
“Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya,” (QS Al-Baqarah: 275).
Ancaman neraka secara umum juga disampaikan Rasulullah ﷺ, “Setiap daging dan darah yang tumbuh dari perkara haram, maka neraka lebih utama terhadap keduanya,” (HR Al-Thabrani).
Semoga dengan rahmat dan ampunan Allah ﷻ, kita senantiasa dianugerahi kemampuan untuk menghindari perkara haram dan syubhat ini, berupa makanan, pakaian, atau benda apapun yang haram. Amin.
~ Sumber: Pengajian Kitab An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah k. arya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii


