KEUTAMAAN MENCARI NAFKAH DALAM MEMBINA RUMAH TANGGA

Nov 30, -0001 - 00:00
Feb 9, 2024 - 09:04
 0  138

 

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «دينار أنفقته في سبيل الله، ودينار أنفقته في رقبة، ودينار تصدقت به على مسكين، ودينار أنفقته على أهلك، أعظمها أجرًا الذي أنفقته على أهلك».  
(رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu &singlequote;anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu &singlequote;alaihi wa sallam- bersabda, &doublequote;Satu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau berikan kepada orang-orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.&doublequote; (HR. Muslim)

 

An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii, hal: 162.

 

Al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad menjelaskan bahwa dalam menjalani kehidupan rumah tangga, pasti menemukan kesulitan dan ujian-ujian berat yang harus dihadapi dengan sabar, baik dalam hal menghadapi tuntutan istri, amar ma’ruf, hingga kesulitan dalam mencari nafkah untuk istri dan keluarga. Tentu di dalamnya terdapat keutamaan yang besar.  

 

Khusus mengenai keutamaan mencari nafkah untuk penghidupan keluarga ini sungguh sangat besar dan luar biasa. Berikut diantaranya: 

 

Pertama, Berlimpah Pahala 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR. Al-Bukhari).

 

Kedua, Diganti dengan Harta yang Lebih Baik

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah para hamba menyambut pagi hari melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, “Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak.” Yang lain mengatakan, “Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit.” (HR. Al-Bukhari-Muslim).

 

Ketiga, Bernilai Sedekah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah,” (HR. Ahmad).

 

Keempat, Lebih Utama dari Sedekah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka pahalanya lebih besar” (HR. Muslim).

 

Kelima, Menghapus dosa yang tidak dapat terhapus oleh istighfar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dari sekian dosa terdapat jenis dosa yang tidak dapat ditebus kecuali dengan kesulitan dalam mencari nafkah penghidupan keluarga.” (HR Ath-Thabarani).

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow