KISAH ULAMA BESAR YANG BERLATAR BELAKANG KELAM

Sep 10, 2025 - 11:35
 0  412
KISAH ULAMA BESAR YANG BERLATAR BELAKANG KELAM

Imam Malik bin Dinar (wafat tahun 129 H) adalah ulama besar abad 2 H. generasi tabiin yang menjumpai para sahabat Nabi. Ia hidup sezaman dengan Imam Malik bin Anas yang juga menjumpai Sayyidina Ali bin Abi Thalib. 

Kisah yang menjadi pelajaran, Malik bin Dinar memiliki masa lalu yang kelam namun berbalik arah di masa depannya. Lahir dari keluarga kaya dalam lingkungan kerajaan Dinasti Bani Umayyah, ia tumbuh sebagai bagian dari Kerajaan itu yang menjadikannya terlena dalam kehidupan glamor yang penuh dengan maksiat dan dosa.

Ia memiliki anak semata  wayang dari budak nya yang cantik yang kecantikannya melebihi yang lain. Ia sangat menyayangi sang anak, bahkan ketika sang anak menumpahkan khamr yang hendak diminumnya, ia tidak  memarahinya, justru semakin sayang kepada sang anak. Pada puncak rasa sayangnya, saat sang anak berumur dua tahun, sang anak meninggal yang membuat Malik bin Dinar larut dalam kesedihan.

Malik bin Dinar selalu teringat kenangan bersama sang anak kesayangan. Dalam kisahnya, ketika malam pertengahan bulan Sya’ban bertepatan dengan malam Jumat, ia  aku meneguk khamr, lalu tidur dan tidak shalat isya. 

Dalam tidurnya, ia bermimpi kiamat telah tiba, terompet telah ditiup, orang mati dibangkitkan. Kemudian ia melihat ular sangat besar yang siap memangsa. Ia pun lari dari ular itu, hingga sampai ke tebing neraka. Namun neraka itu berkata kepadanya: “Kembalilah! Karena engkau bukan penduduk neraka.” Mendengarkan itu, ia senang, hanya saja, ular itu tetap saja mengejarnya, hingga ia sampai pada suatu tempat berupa tirai-tirai yang di dalamnya terlihat banyak anak kecil bersama  para malaikat, termasuk anaknya yang mati di usia kecil. 

lalu, sang anak berkata, “Ayahku, demi Allah.” Kemudian melompat menjangkau tangan kanan ayahnya sembari menarik meyelamatkan dari ular itu. Kemudian anak itu membacakan ayat Al-Quran, “Wahai ayahku! Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan kepada mereka.” (QS Al-Hadid: 16). Anak itu juga menyampaikan ular itu adalah amal buruk yang  engkau kerjakan. Malik bin Dinar pun menangis menyesali perbuatannya.

Sumber: Syekh Abu Bakar, Al-Yaqutu wal Marjan fi Fadhaili Syahris Sya’ban, at-Tsaqafah al-Islamiyah: 2019, hal.100).

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali