KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT SEBAGAI SOLUSI PENANGANAN SAMPAH
Persoalan sampah seolah menjadi problem yang menyeluruh, baik di kawasan perkotaan maupun di wilayah pedesaan. Kesadaran masyarakat serta program tepat dari pemerintah mutlak dibutuhkan, untuk menemukan solusi terbaik dalam menangani masalah sampah ini.
Lalu bagaimana cara tepat untuk menanggulangi masalah sampah saat ini? dan apa pula program Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menangani masalah sampah? Untuk menggali informasi tersebut, majalah peduli telah berbincang dengan Bpk. Bambang, selaku Kabid II DLH Kabupaten Pasuruan. Berikut transkrip selengkapnya.
Bagaimana sebaiknya menyikapi permasalahan sampah yang tak kunjung usai di beberapa daerah?
Masalah sampah ini harus kita sikapi dengan serius, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Semua unsur harus terlibat dalam usaha membersihkan lingkungan dari sampah, baik pemerintah, lembaga swadaya, bahkan setiap individu masyarakat secara umum. Penanggulangan sampah ini tidak akan berhasil jika hanya diupayakan satu pihak saja.
Apa kendala utama yang menyebabkan masalah kebersihan tidak kunjung beres, meski telah diatur sedemikian rupa?
Dari sekian faktor mungkin yang menjadi kendala utama adalah minimnya minat dan kemampuan kita, untuk mereduksi keberadaan sampah dengan memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai. Penanganan sampah yang diterapkan, biasanya sebatas memindahkan sampah yang ada dari lingkungan masyarakat menuju tempat pembuangan sementara atau pembuangan akhir.
Penanganan sampah seperti ini sebenarnya kurang efektif, karena hanya membuat lingkungan di suatu tempat bersih dengan memusatkan sampah di titik pembuangan. Namun sejatinya hal tersebut akan membuat masalah baru, karena cepat atau lambat sampah di tempat pembuangan akan menggunung dan mencemari lingkungan.
Apa program terkini DLH dalam upaya penanggulangan sampah yang sedemikian kompleks?
Kami di Dinas Lingkungan Hidup sedang gencar mensosialisasikan pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), yang fokus mengelola sampah dengan berbagai inovasi. Sampah-sampah yang dikumpulkan dari rumah, diusahakan dipilah terlebih dahulu sebelum dikirim ke tempat pembuangan. Di tempat pembuangan ini sampah-sampah itu dipilah lagi, untuk selanjutnya diproses menjadi produk seperti pupuk kompos, pakan ulat maggot, dan lain semacamnya.
DLH dapat memberikan dukungan kepada KSM yang sudah terbentuk, berupa pendampingan dan pemenuhan keahlian pengelolaan sampah. Di sini ada tim yang siap ditugaskan secara khusus, untuk mengawal KSM yang membutuhkan pelatihan untuk kelancaran pengelolaan sampah baik secara administratif maupun teknis.
Dengan dikelola dan dimanfaatkan sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir, sampah-sampah secara otomatis akan tereduksi dan membuat penggunaan lahan pembuangan akhir menjadi lebih efisien dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Apa pesan Bapak kepada masyarakat berkaitan dengan penanganan masalah sampah?
Pesan saya mari kita dukung dan sukseskan setiap program pemerintah, dalam hal ini khususnya pengelolaan sampah. Mari sebisa mungkin kita ciptakan lingkungan yang bersih, dimulai dari keluarga kecil dan lingkungan rumah kita.
Untuk langkah lebih lanjut guna menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat dapat membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat untuk mengelola sampah. Pembentukan KSM dapat dikoordinasikan dengan jajaran pemerintah tingkat desa atau kelurahan, untuk selanjutnya diteruskan kepada kami di dinas terkait. Terimakasih.


