RASULULLAH MENJAMU TAMU NON-MUSLIM
Ulama Malaysia asal Jawa Timur, Habib Ali Zaenal Abidin Al-Hamid, pernah menyampaikan suatu kisah mengenai adab Rasulullah SAW. dalam melayani tamu, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Moeslim TV, Jumat (20/5/2022).
Bahkan hal ini merupakan barometer keimanan seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
&doublequote;Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan h/Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Habib Ali memulai kisahnya. Dalam suatu kisah, Rasulullah ingin mengajak para sahabat yang sedang duduk santai di masjid untuk praktikal adab melayani tamu. Rasulullah pun meminta para sahabat untuk berperan sebagai tuan rumah, sedangkan lain bersedia dilayani sebagai tamu.
Maka, masing-masing sahabat berebut mendahului yang lain untuk dijadikan tamu. Rasulullah mendahuli mereka semua dengan berperan sebagai tuan rumah. Sebelum dipegang tangannya oleh sahabat di sebelahnya, ia lebih dulu memegangnya, sambil berkata, &doublequote;Kamu tamu saya hari ini.&doublequote; Baginda seakan menunjukkan bahwa melayani tamu adalah lebih afdhal daripada yang menjadi tamu. Melayani tamu akan mendapatkan fadhilah yang besar.
Yang menarik dalam praktikal ini, Rasulullah justru memilih tamunya bukan dari kalangan sahabat, akan tetapi dari orang non-Muslim yang kebetulan lewat di halaman masjid. Rasulullah melayaninya, dengan memerahkan sendiri susu lalu diberikan kepada tamu non-Muslim tersebut. Saking lahapnya, hingga tujuh kali Rasulullah menghidangkan susu, tamu itu langsung menghabiskannya. Sepertinya tamu tersebut sangat lapar dan dahaga.
Melihat ini, para sahabat pun berkata ke tamu tersebut, &doublequote;Kamu ini tidak punya perasaan, biasanya tamu itu jika dihidangkan makanan mereka akan mengambilnya dengan sedikit agar tidak habis karena juga untuk tuan rumah.&doublequote; Tapi Rasulullah merelakan sikap tamu itu dengan pelayanan yang baik dan ramah. Merasa layanan Rasulullah sangat ramah dan baik, non-Muslim itu pun memutuskan untuk masuk Islam.
Kemudian keesokan harinya ketika Rasulullah memberinya susu lagi, Rasulullah mengajari membaca basmalah setiap minum atau makan.
Setelah membaca basmalah, tamu itu meminum susunya, tapi ia tidak menghabiskannya karena sudah keburu kenyang karena berkah membaca basmalah.
Dalam kisah ini, Rasulullah mengajari kita banyak hal. Bagaimana metode dakwah yang baik, dan adab dalam menjamu tamu dan adab makan minum.


