PERHATIAN RASULULLAH KEPADA SANTRI AHLU SHUFFAH
Yang pertama kali tinggal di Shuffah adalah kaum muhajirin hingga dikenal sebutan Shuffatul muhajirin. Abu Hurairah adalah orang yang dipercaya sebagai penanggung jawab orang-orang yang tinggal di Shuffah ini, baik yang menetap dalam jangka waktu yang lama ataupun yang sekedar singgah saja. Mereka sibuk belajar segala hal dari Rasulullah ﷺ, beri’tikaf di masjid, shalat, membaca al-Quran, dan berdzikir.
Jumlah mereka tidak menentu, namun disebutkan oleh Abu Nu’aim dalam al-Hilyah-nya, mereka sekitar 70 orang . Pernah dalam satu kesempatan, seorang diri Sa’ad bin ‘Ubâdah radhiyallaahu ‘anhu menjamu 80 penghuni Shuffah.
Rasulullah ﷺ sangat perhatian terhadap mereka. Jika Rasulullah ﷺ memperoleh hadiah makanan, beliau lantas mengirim seluruhnya kepada mereka. Terkadang sebagiannya beliau ambil buat keperluan pribadi atau hadiah tersebut dinikmati bersama mereka.
Saat putri beliau, Sayidah Fâthimah melahirkan Hasan, beliau menyuruhnya bersedekah kepada Ahlu Shuffah dengan perak seberat rambut Hasan yang dicukur. Bahkan dalam riwayat Imam Ahmad, diceritakan bahwa Rasulullah ﷺ lebih mengutamakan mereka daripada keluarga beliau sendiri.
Bersama Rasulullah ﷺ, mereka terbiasa hidup kekurangan. Kurma kering adalah makanan yang sering mereka konsumsi. Rasulullah ﷺ memberikan setengah mud kurma untuk satu orang setiap hari. Sampai ada di antara mereka yang merasakan perutnya panas karena terlalu banyak makan kurma kering. Namun di lain waktu, terkadang mereka mendapatkan undangan makan dengan hidangan istimewa seperti tsarîd (bubur gandum dengan campuran minyak samin dan lain-lain).
~Sumber: as-Sîratun Nabawiyyah ash-Shahîhah, DR. Akram Dhiya’ al-Umari, hlm. 257-268, Abu Nu’aim, Hilyah auliya’, 1/339, 341) dll.


