IMAM SYAFI’I MAKAN DENGAN LAHAP DI RUMAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL

Okt 20, 2025 - 11:21
 0  315
IMAM SYAFI’I MAKAN DENGAN LAHAP DI RUMAH IMAM AHMAD BIN HAMBAL

Suatu hari Imam Syafi’I yang juga guru dari Imam Ahmad bin Hambal, berkunjung ke rumah murid kesayangannya ini.

Imam Ahmad mempunyai seorang putri yang shalihah; kalau malam beribadah, siang berpuasa dan menyukai kisah orang-orang shalih dan sangat ingin bertemu lmam Syafi'i secara langsung.

Hingga waktu jamuan makan, beliau berdua makan malam bersama dengan lahapnya. Setelah selesai, Imam Ahmad menuju tempat shalat dan dzikir, sedangkan Imam Syafi'i tiduran terlentang. Sang putri mengawasi Imam Syafi'i sampai fajar. Di pagi hari, sang putri berkata kepada ayahnya: "wahai ayahku... Apakah benar dia ini Imam Syafi'i yang engkau ceritakan padaku?" Imam Ahmad, " benar anakku"
“Maaf ayah, aku perhatikan darinya tiga perkara, pertama saat kami hidangkan makan malam, beliau makan sangat banyak sekali. Ketika beliau masuk kamar, beliau tidak bangun malam. Ketika subuh, beliau langsung shalat tanpa berwudhu!“

Lalu Imam Ahmad mengutarakan hal itu kepada Imam Syafi'I, dan Imam Syafi'I berkata: "Wahai Aba Muhammad, aku memang semalam banyak makan karena aku tahu bahwa makananmu adalah halal, sedangkan makanan orang dermawan adalah obat, sedangkan makanan orang bakhil adalah penyakit.  Adapun semalam aku tidak shalat malam, dikarenakan ketika aku berbaring untuk istirahat, aku melihat seolah-olah al Qur'an dan Hadits berada di depanku, kemudian Allah membukakan kepadaku 72 masalah ilmu fiqih yang sedang aku pikirikan untuk kemaslahatan muslimin, maka memikirkan ilmu inilah yang menghalangiku untuk shalat malam.


Adapun aku tidak berwudhu untuk shalat subuh, maka sungguh kedua mataku tadi malam sama sekali tidak tidur, maka aku shalat subuh denga menggunakan wudhu Isya’.

~ Sumber: Aniisul Mukminin: 80, Al-Bujairamil Khatib, dll.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali