PENERIMAAN SANTRI ANAK ASUH LAZ SIDOGIRI TAHUN AJARAN 1445-1446 H

Mei 24, 2025 - 09:45
 0  141
PENERIMAAN SANTRI ANAK ASUH LAZ SIDOGIRI TAHUN AJARAN 1445-1446 H

Pasuruan,- Memasuki tahun ajaran baru 1445-1446 H di Pondok Pesantren Sidogiri, LAZ Sidogiri kembali menerima santri binaan (Penerima Beasiswa Anak Asuh) yang akan menimba ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri (PPS). Penerimaan pengajuan program beasiswa anak asuh, bertepatan dengan pendaftaran santri baru PPS yang dibuka setiap tanggal 03 bulan Ramadhan.

Program Beasiswa Anak Asuh merupakan terusan dari program Peduli Pendidikan, yang berorientasi pada pemberdayaan Pendidikan anak-anak yatim dan keluarga tidak mampu. Dalam program ini LAZ Sidogiri memberikan bantuan biaya pendidikan untuk santri, meliputi biaya hidup serta kebutuhan penunjang belajar seperti kitab dan seragam sekolah.

KADIV Program LAZ Sidogiri Ahmad Jamali, S.E.I menyampaikan, bahwa realisasi program Peduli Pendidikan termasuk di antara agenda utama LAZ Sidogiri. “Saat ini terdapat setidaknya 370 santri binaan, yang sedang menempuh Pendidikan di pondok pesantren Sidogiri di semua tingkatan pendidikan,” terang Jamali.

Jamali menambahkan bahwa, untuk sementara ini pendaftaran program beasiswa anak asuh masih dibuka tanpa ada batasan kuota. Pemberian beasiswa tersebut tentunya diprioritaskan kepada anak-anak yatim dan dhuafa, yang telah memenuhi syarat dan ketentuan administratif yang berlaku. “Untuk sementara ini terdapat sekitar 50 santri, yang telah terdaftar sebagai penerima program beasiswa anak asuh LAZ Sidogiri,” tuturnya. 

Dengan jumlah santri binaan yang baru terdaftar tersebut, total saat ini terdapat 420 santri yang menerima program beasiswa anak asuh di pondok pesantren sidogiri. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat, mengingat jangka waktu penerimaan santri baru masih Panjang. 

Sebagai santri binaan LAZ Sidogiri para santri penerima beasiswa akan mendapat bimbingan khusus, serta evaluasi kegiatan belajar di pesantren. Evaluasi tersebut meliputi keaktifan mengikuti segenap kegiatan santri, baik ma’hadiyah (kepesantrenan) maupaun madrasiyah (sekolah). 

“Setiap sepekan sekali kita adakan istighasah bersama, sambil kita tanyakan bagaimana kondisi anak-anak. Selain itu kita juga terus motivasi mereka, agar terus aktif belajar dan berusaha mencapai prestasi terbaik,” pungkas Jamali.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali