KISAH KH. HASYIM ASYARI DAN SANTRI MELAWAN PENJAJAH

Jan 5, 2024 - 18:56
Jan 5, 2024 - 18:56
 0  1373
KISAH KH. HASYIM ASYARI DAN SANTRI MELAWAN PENJAJAH
KISAH KH. HASYIM ASYARI DAN SANTRI MELAWAN PENJAJAH
KISAH KH. HASYIM ASYARI DAN SANTRI MELAWAN PENJAJAH
KISAH KH. HASYIM ASYARI DAN SANTRI MELAWAN PENJAJAH

 

Perjuangan meraih kemerdekaan melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk kaum santri. Peran kaum santri melawan penjajahan Belanda dan Jepang di Tanah Air, tak lepas dari sosok pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari.

 

Di masa penjajahan Belanda, pesantren dianggap sebagai wadah perusuh, pemberontak, dan orang-orang Islam ekstrem. Berbagai upaya dilakukan Belanda untuk menghancurkan pesantren. Tak sedikit dari santri KH. Hasyim Asy’ari yang wafat karena menghalangi Belanda yang ingin menghancurkan pesantren dan mengancam membunuh KH. Hasyim Asy’ari. Ilustrasi ondok pesantren (IDN Times/Arief Rahmat). 

 

KH Hasyim Asy’ari mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur, pada 1899. Kiai Hasyim mendirikan pesantren bukan hanya bertujuan untuk memperkuat ilmu agama, tetapi juga untuk jihad melawan penjajah Belanda dan juga Nippon (Jepang).

 

Sejarah mencatat, hanya kalangan pesantren yang tidak mudah tunduk pada penjajah. Langkah awal perlawanan kultural yang dilakukan oleh pesantren, menunjukkan bahwa pondok pesantren tidak hanya menjadi tempat menempa ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah pergerakan nasional, hingga akhirnya bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.

 

Salah satu strategi kultural yang dilakukan oleh pesantren untuk melawan penjajah adalah mengeluarkan fatwa, dan menjadi wadah pergerakan nasional secara umum.

 

KH. Hasyim Asy’ari bersama ulama se-Jawa dan Madura juga mengeluarkan fatwa penting lainnya, yaitu Fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

 

Saat itu Belanda (NICA) yang membonceng pasukan sekutu (Inggris), ingin kembali menduduki wilayah Indonesia dalam agresi militer Belanda II.

 

Fatwa jihad tersebut seketika menggelorakan semangat juang rakyat Indonesia dari seluruh penjuru Tanah Air, untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. 

 

Esensi penting Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari ini menunjukkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan merupakan bagian dari kewajiban agama.

 

~ Dilansir dari www.nu.or.id 

 

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow