HIKMAH IBADAH DAN SHALAT BAGI KESEHATAN FISIK DAN MENTAL

Sep 17, 2025 - 10:56
 0  133
HIKMAH IBADAH DAN SHALAT BAGI KESEHATAN FISIK DAN MENTAL

Tujuan ajaran-ajaran Islam adalah: Hifdzu ad-Diin (Menjaga Agama), Hifdzu an-Nafs (Menjaga Jiwa), Hifdzu Aql (Menjaga Akal), Hifdzu an-Nasl (Menjaga Keturunan), dan Hifdzu al-Maal (Menjaga Harta). Tujuan Hifdzu an-Nafs, menjaga Kesehatan Jiwa atau mental menduduki prioritas nomer dua setelah menjaga keberlangsungan agama itu sendiri.

Islam sangat menjaga Kesehatan jiwa dan mental umat manusia. Di antara ajaran yang paling penting adalah Shalat. Senada dengan sebuah penelitian dalam International Journal of Health Sciences & Research (2018) mengemukakan manfaat shalat bagi Kesehatan fisik dan jiwa, antara lain:

1. Memperlancar peredaran darah dan meningkatkan aliran darah ke otak

Dalam gerakan takbiratul ihram bermanfaat memperlancar aliran darah dan getah bening dalam tubuh. Otot bahu juga ikut meregang sehingga membuat aliran darah kaya nutrisi dan oksigen menjadi lebih lancar. 

Gerakan sujud juga bermanfaat meningkatkan aliran darah menuju otak, mengurangi risiko sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan pendarahan otak.

2. Mengurangi risiko sakit punggung dan memperlancar sistem pencernaan

Gerakan rukuk bermanfaat meregangkan otot paraspinal yang berada pada punggung yang membantu menurunkan risiko osteoporosis dan penyakit lain. 

Gerakan bangun dari rukuk dan duduk di antara dua sujud melibatkan organ pencernaan menjadi lebih lancar dan bermanfaat menyingkirkan sejumlah gangguan pencernaan. 

3. Merelaksasi otot leher dan kepala 

Saat melakukan salam pada akhir rakaat shalat, otot pada bagian sekitar leher dan kepala akan lebih rileks sehingga menyempurnakan aliran darah ke kepala. 

4. Menjaga keseimbangan tubuh

Sebuah studi dalam Journal of Physical Therapy Science (2013) menunjukkan orang yang rutin salat punya keseimbangan dinamis yang jauh lebih baik daripada orang sehat pada umumnya.

5. Meningkatkan kecerdasan dan kesehatan mental

Harold Koenig, MD, profesor kedokteran dan psikiatri dari Duke University School of Medicine, AS menyatakan bahwa ada sekitar 1.200 studi baru yang membuktikan berbagai manfaat ibadah bagi kesehatan. Orang-orang religius cenderung hidup lebih lebih sehat dan juga lebih lama. Mereka juga tidak merokok dan minum alkohol. 

Hasil penelitiannya, bahwa orang yang jarang beribadah akan menghabiskan waktu rata-rata tiga kali lebih lama saat dirawat di rumah sakit daripada orang yang rajin beribadah. Pasien gangguan jantung 14 kali lebih mungkin meninggal setelah operasi bila mereka tidak menganut agama tertentu. Orang tua lanjut usia yang jarang atau tidak beribadah dua kali lebih berisiko terkena stroke dibandingkan yang rajin beribadah. Orang-orang yang religius memiliki tingkat kematian 40% lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular dan kanker.

Koening juga mengatakan, orang yang religius lebih jarang mengalami depresi. Ketika mengalami depresi, mereka juga bisa sembuh lebih cepat sehingga tidak berdampak bagi kesehatan fisik dan kualitas hidupnya.

~ Sumber: https://hellosehat.com/ dll.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali