BERBAGI PANGAN, MERAJUT KEMANUSIAAN

Okt 14, 2025 - 11:54
 0  51
BERBAGI PANGAN, MERAJUT KEMANUSIAAN

Islam mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, berbagi pangan adalah wujud nyata dari nilai kemanusiaan sekaligus ibadah. Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat, bahwa berbagi bukan sekadar memberi, tetapi juga menjaga hak dasar setiap insan.

 Apa arti pangan dalam kehidupan kita sehari-hari? Bagaimana peringatan Hari Pangan Sedunia bisa menjadi momentum untuk menguatkan kepedulian dan aksi nyata?

Dalam kesempatan ini, Majalah PEDULI mewawancarai Achmad Zaini, S.M., Ketua Yayasan Cahaya Manara Suci sekaligus Direktur Eksekutif Mazaya, untuk berbicara tentang makna Hari Pangan Sedunia dan upaya memperkuat ketahanan pangan.

Apa makna Hari Pangan Sedunia bagi Bapak dalam menumbuhkan kepedulian kemanusiaan?

“Bagi saya, Hari Pangan Sedunia bermakna sebagai Momentum untuk menumbuhkan kepedulian kemanusiaan dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya berbagi, tidak menyia - nyiakan makanan serta berupaya mendukung pemenuhan pangan bagi sesama yang membutuhkan.

Menurut Bapak, tantangan apa yang paling besar dalam pemenuhan pangan bagi masyarakat kurang mampu?

Tantangan terbesar dalam pemenuhan pangan bagi masyarakat kurang mampu adalah keterbatasan daya beli akibat kondisi ekonomi yang lemah, sehingga mereka sulit mendapatkan pangan yang cukup dan bergizi. Selain itu distribusi pangan yang belum merata serta minimnya edukasi tentang pentingnya gizi seimbang juga menjadi hambatan yang signifikan. Oleh karena itu diperlukan upaya bersama antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak terkait untuk memastikan pangan tersedia, terjangkau dan berkualitas.”

Bagaimana Bapak melihat peran LAZ dalam membantu menguatkan ketahanan pangan bagi dhuafa?

Peran LAZ sangat penting dalam membantu menguatkan ketahanan pangan bagi dhuafa, karena melalui program zakat, infaq dan sedekah, LAZ dapat menyalurkan bantuan secara tepat sasaran sekaligus memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Sebagai lembaga yang menghimpun dan mengelola dana zakat, infak dan sedekah LAZ memiliki potensi besar untuk memberikan solusi nyata terhadap persoalan pangan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam Jangka pendek, LAZ berperan melalui program distribusi bantuan pangan seperti penyaluran paket sembako, layanan dapur umum, serta pemberian makan siap saji, bagi masyarakat terdampak bencana maupun masyarakat dhuafa yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari – hari. Program ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjamin hak dasar mereka terhadap pangan yang layak.

Sementara dalam jangka panjang, LAZ dapat berkontribusi melalui program pemberdayaan dan kemandirian pangan. Dengan demikian, penerima manfaat tidak bergantung pada bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mandiri dan berdaya.

Dengan semua upaya itu, LAZ tidak hanya menjadi penyalur bantuan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam menciptakan kemandirian, keberdayaan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di kalangan dhuafa.

Apa pesan Bapak agar peringatan Hari Pangan Sedunia bisa mendorong aksi nyata peduli sesama, bukan hanya sekedar seremonial?

Peringatan Hari Pangan Sedunia jangan hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi dan aksi nyata. Kita semua perlu menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, dengan cara tidak menyia – nyiakan makanan, saling berbagi kepada yang membutuhkan, serta berpartisipasi dalam program program ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan demikian, Hari Pangan Sedunia benar – benar memberi dampak positif, tidak hanya meningkatkan kesadaran tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang masih menghadapi kesulitan dalam pemenuhan pangan.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Zainuddin Muslih, S.Pd verified-symbol "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis." ― Abu Hamid Al-Ghazali