ANAK DURHAKA KARENA KESALAHAN DIDIKAN ORANG TUA
فَمَنْ فَرّطَ فِي تَأْدِيْبِ أَوْلَادِهِ وَحُسْنِ تَرْبِيَتِهِمْ وَزَرَعَ فِي قُلُوبِهِمْ مَحَبَّةَ الدُّنْيا وشَهْواتَها وقِلَّةَ الْمُبالَاتِ بِأُمُورِ الدِّين ثُمَّ عَقُّوْهُ بَعْدَ ذَالِكَ، فَلَا يَلُوْمَنَّ إِلَّا نَفْسَه. وَالْمُفْرِطُ أَوْلَى بِالْخَسَارَة. وَأَكْثَرُالْعُقُوقِ الفَاشِي فِي هَذِهِ الأَزْمِنَةِ سَبَبُهُ التَّفْرِيْط.
“Siapa teledor dalam mendidik anak-anaknya, tidak mendidiknya dengan baik, menanamkan cinta dunia, sedikit perhatian terhadap akhirat, lalu di kemudian hari anak-anaknya durhaka kepadanya, maka itu akibat salahnya sendiri. Karena orang yang teledor pasti merugi. Di zaman ini, paling banyaknya kasus kedurhakaan anak itu disebabkan karena keteledoran orang tua.”
An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii.
***
Berkata Imam Abdullah al-Haddad: Hal yang paling penting dilakukan oleh orang tua sebagai kewajiban terhadap anak-anaknya adalah; mendidik adab agar anak-anak tumbuh mencintai kebaikan dan mengetahui yang hak, mengagungkan akhirat dan meremehkan dunia. Karena kalau lalai dan teledor mendidik anak, akibatnya adalah kedurhakaan anak di kemudian hari.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ
“Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa karena ia telah menyia-nyiakan orang yang berada di bawah tanggungjawabnya,” (HR.An-Nasa’i dan al-Hakim).
Menyia-nyiakan anak yang paling parah adalah membiarkannya tanpa diberikan pendidikan dan tidak mengajarkannya adab dan akhlak, serta tidak membimbingnya dengan baik.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” (QS At Tahrim: 6).
Penyebab lain adalah karena orang tua tidak bisa dijadikan teladan yang baik. Untuk itu, orang tua sudah sepatutnya melakukan koreksi diri. Hendaknya bapak dan ibu mengamalkan syariat Islam dan menjadikan dirinya teladan yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua hendaknya istikamah dalam perkataan dan perbuatan. Orang tua hendaknya menjaga lisan dan perbuatannya dari hal yang haram. Berbicara yang baik, penuh dengan kasih sayang kepada anak. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda; &doublequote;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata yang baik atau diam.&doublequote; (HR. Muslim)


