KUNCI SUKSES: MENGIKUTI RASULULLAH ﷺ DAN MENJAUHI LARANGANNYA
Al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad sangat mewanti-wanti agar mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ dan menjauhi segala larangannya. Sebab, Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik yang diutus untuk membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam dua ayat di atas. Surat Al-Hasyr ayat 7 dan surat An-Nur ayat 63.
Meski ayat pertama turun berkaitan dengan pembagian harta fai', para ulama menjelaskan bahwa kandungannya berlaku umum untuk seluruh ajaran Rasulullah ﷺ. Imam ath-Ṭabari menerangkan:
"Apa saja yang diperintahkan Rasul kepada kalian, maka kerjakanlah; dan apa saja yang beliau larang, maka tinggalkanlah. Sebab beliau tidak memerintahkan kecuali kebaikan dan tidak melarang kecuali keburukan."
Sementara itu, Imam al-Qurṭubi menyebut ayat ini sebagai dasar utama kewajiban mengikuti Sunnah, sedangkan Imam asy-Syaukani menegaskan kaidah, الاعتبار بعموم اللفظ لا بخصوص السبب, bahwa yang menjadi pegangan adalah keumuman lafaz, bukan kekhususan sebab turunnya ayat. Dengan demikian, seluruh perintah dan larangan Rasulullah ﷺ wajib menjadi pedoman hidup setiap muslim.
Ancaman bagi orang yang mengabaikan sunnah juga sangat tegas. Menafsirkan QS. An-Nur ayat 63, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah larangan menyelisihi jalan, manhaj, dan sunnah Rasulullah ﷺ. Imam Ahmad bahkan mengingatkan:
"Boleh jadi ketika seseorang menolak sebagian sabda Nabi ﷺ, akan timbul penyimpangan dalam hatinya hingga akhirnya ia binasa."
Imam al-Qurṭubi dan Imam al-Baghawi juga menegaskan bahwa ayat tersebut merupakan ancaman keras bagi siapa saja yang menyelisihi perintah Rasulullah ﷺ.
Nasihat yang sama disampaikan oleh para ulama pewaris Nabi. Imam Al-Ghazali menyebutkan, "Ketahuilah, tanda cinta kepada Allah Ta'ala adalah mengikuti kekasih-Nya, Rasulullah ﷺ, dalam akhlak, perbuatan, perintah, dan sunnah-sunnah beliau."
Al-Imam Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad juga berpesan:
"Berpegangteguhlah mengikuti Rasulullah ﷺ dalam ucapan, perbuatan, dan akhlaknya, karena itulah jalan keselamatan dan keberuntungan."
Beliau menambahkan:
"Ketahuilah bahwa seluruh kebaikan terdapat dalam mengikuti Rasulullah ﷺ, sedangkan seluruh keburukan terdapat pada menyelisihi beliau."
Mengikuti Rasulullah ﷺ bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak, kejujuran, kasih sayang, amanah, dan kepedulian terhadap sesama. Semakin dekat seseorang dengan sunnah Nabi ﷺ, semakin dekat pula ia dengan rahmat Allah ﷻ. Sebaliknya, semakin jauh dari petunjuk beliau, semakin besar risiko tersesat oleh hawa nafsu dan godaan dunia.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah meneladani Rasulullah ﷺ, menghidupkan sunnah-sunnahnya, menjauhi segala larangannya, syafaat Nabi Muhammad ﷺ di hari kiamat. Amin Ya Rabbal 'Alamin.
~ Sumber: Pengajian Kitab An-Nashâih ad-Dîniyyah wal-Washâyâ al-Imâniyyah karya al-Imam al-Arif Billah Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad al-Hadrami asy-Syafii
(Jeki/Peduli)


