KETIKA NABI IBRAHIM ENGGAN MENJAMU MAJUSI

Jan 18, 2025 - 14:40
 0  312
KETIKA NABI IBRAHIM ENGGAN MENJAMU MAJUSI

Dikisahkan dalam Kitab Ihya Ulumiddin mengenai Nabi Ibrahim AS yang dikenal dermawan yang tidak bisa makan sendirian tanpa bersama orang lain. Kalau tidak ada orang yang menemaninya makan, ia akan berjalan mencari orang yang menemaninya makan.

Hingga suatu malam yang gelap, seorang beragama Majusi lansia mendatanginya. Orang itu merasa lapar dan tidak memiliki bekal untuk memenuhi rasa laparnya. Ia mengetahui Nabi Ibrahim AS sebagai seorang dermawan. Ia berharap Ibrahim dapat memberikan jamuan kepadanya. 

Nabi Ibrahim AS mengerti orang di hadapannya seorang pemeluk Majusi yang memasuki usia senja. Nabi Ibrahim memberikan syarat keimanan atas jamuannya. “Kalau kau berkenan memeluk Islam, aku mau memberikan jamuan kepadamu” kata Nabi Ibrahim. Majusi tua itu terperanjat mendengar jawaban Ibrahim. Ia kecewa. Ia tidak mau lagi mengemis di hadapan Nabi Ibrahim AS. Ia kemudian pergi meninggalkan Nabi Ibrahim. 

Tak berselang lama, Allah menegur Nabi Ibrahim. “Ibrahim, mengapa kamu enggan memberi makan dia kecuali dia mau mengganti keyakinannya? Sedangkan Aku selama 70 tahun memberinya makan di tengah kekufurannya.” “Andai saja malam ini kau berkenan menghidangkan jamuan untuknya, tentu itu tidak menyulitkanmu,” tegur Allah.

Ditegur demikian, Nabi Ibrahim merasa bersalah. Ia kemudian berlari mengejar Majusi tua itu. Ia mengajaknya kembali ke rumah untuk menyantap hidangan dan bermalam. “Mengapa kamu berubah sikap seperti ini Ibrahim?” tanya Majusi tua. Nabi Ibrahim kemudian menceritakan teguran Allah kepadanya. Nabi Ibrahim mengakui kekeliruan sikapnya. “Benarkah demikian Tuhanmu memperlakukanku Ibrahim? Terangkan Islam kepadaku,” kata Majusi tua itu. Majusi tua itu kemudian memeluk Islam setelah mendapatkan keterangan perihal agama Islam dari Nabi Ibrahim AS.

Sumber: Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, juz IV, halaman 161.

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow