BELAJAR BANYAK HAL DAN KREATIFITAS DI PESANTREN
BELAJAR BANYAK HAL DAN KREATIFITAS DI PESANTREN
Muhammad Fakhruddin Khoir, Anak Asuh PPS
Santri kelahiran Pasuruan, 16 April 2003 ini merupakan santri yang suka mengasah bakat dan kreatifitas. Sehingga ia merasa sangat bersyukur semenjak bisa mondaok dan belajar di pesantren besar seperti Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) yang memiliki banyak instansi, media cetak, serta padat dengan beragam kegiatan ibadah dan ilmiah. Seperti Kuliah Syariah, Ubudiyah, Lajnah Murajaah Fiqhiyah, Lajnah Falakiyah, Organisasi Murid Intra Madrasah, dan berbagai instansi lainnya—yang sangat digemari oleh santri kelas 2 Madrasah Aliyah ini. Baginya, aktif di berbagai instansi tersebut merupakan tantangan dan kesempatan belajar banyak hal, sehingga nantinya tidak ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat. Santri harus ikut serta di dalamnya, guna mewarnai dan memainkan sesuai tuntunan syariat yang telah diteladankan oleh ulama-ulama kita terdahulu.
Santri yang menjadi anak asuh LAZ Sidogiri sejak tahun pelajaran 1443-1444 ini merasa sangat beruntung dan berterimakasih mendapat beasiswa dari LAZ Sidogiri, sehingga dapat melanjutkan pendidikannya yang sempat goyah akibat factor ekonomi.
“Alhamdulillah, LAZ Sidogiri berkenan memberikan beasiswa untuk membiayai Pendidikan dan kebutuhan saya di sini. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada LAZ Sidogiri dan para donatur. Semoga saya bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar banyak hal, Ilmu pengetahuan, belajar kreatifitas dan mencari bakat.” Syukurnya kepada Majalah PEDULI.
Muhammad Fakhruddin Khoir yang kini sedang memasuki proses akhir di kelas 2 Madrasah Aliyah PPS, tentunya tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang sudah tinggal sedikit lagi. Selain aktif mengikuti kajian kitab-kitab salaf setiap pagi yang diasuh oleh Pengasuh Pesantren, Ia juga aktif di forum-forum kajian ilmiah dan ektrakurikuler terutama yang berkaitan dengan media tulis dan IT.
“Di kemudian hari, saya bercita-cita menjadi santri yang tetap menjaga ahklak yang baik tetapi tidak ketinggalan kemajuan tekhnologi. Menjadi santri yang kreatif dalam menyampaikan ajaran ulama salaf.” Cita-citanya saat menjawab pertanyaan Majalah PEDULI.
(Jeki | Sidogiri Peduli)


